BOGOR, POJOKSATU.id - Pemerintah Kota atau Pemkot Bogor mulai menyiapkan langkah baru untuk membenahi pengelolaan parkir di wilayahnya. Ratusan juru parkir (jukir) akan mendapatkan seragam kerja, kartu identitas, hingga fasilitas pembayaran digital menggunakan QRIS.

Wakil Wali Kota Bogor Jenal Mutaqin mengatakan, pembenahan tersebut menjadi bagian dari upaya menciptakan sistem perparkiran yang lebih tertib sekaligus mengoptimalkan pendapatan asli daerah (PAD).

Melalui penerapan QRIS, pembayaran parkir diharapkan dapat tercatat secara digital dan langsung masuk ke kas daerah.

Ratusan Seragam Juru Parkir Sudah Disiapkan

Jenal mengungkapkan bahwa Pemkot Bogor telah menyediakan sekitar 520 seragam untuk juru parkir yang sudah terdata.

Seragam tersebut juga akan diberikan kepada 30 juru parkir baru yang diterima dalam penataan perparkiran Kota Bogor.

"Seragam kita sudah ada 520 seragam eksisiting, ukurannya relatif, kalau yang baru (jukir) ini sudah kebagian saya rada tidak perlu nunggu lagi," kata Jenal Mutaqin.

Pemkot Bogor berencana mengumpulkan para juru parkir di Balai Kota Bogor untuk mengikuti apel bersama sekaligus menerima atribut kerja.

Pembagian seragam dan kartu identitas tersebut diharapkan dapat dilakukan bersamaan dengan penerapan sistem pembayaran QRIS melalui Bank BJB.

"Nanti diumumkan oleh Dishub, mudah mudahan Minggu ini bisa apel bersama di balaikota termasuk yang eksisiting kemarin, yang sudah bekerja sebelumnya 500 orang sekaligus pembagian seragam id card. Syukur-syukur barcode QRIS BJB ini sudah selesai, jadi serentak, seragam ya sudah ada, tinggal dibagikan," ujarnya.

Pendapatan Parkir Kota Bogor Baru Rp2,2 Miliar

Di balik rencana pembenahan tersebut, Pemkot Bogor masih menghadapi tantangan dalam meningkatkan penerimaan dari sektor perparkiran.

Jenal menyebutkan, realisasi pendapatan parkir saat ini baru mencapai Rp2,2 miliar dari target Rp4 miliar.

Artinya, masih terdapat selisih sekitar Rp1,8 miliar yang harus dikejar untuk memenuhi target pendapatan tersebut.

"Eksisting hari ini progres Rp 2,2 miliar deri target Rp 4 miliar, hari ini baru 60 persen," ujarnya.

Kondisi tersebut menjadi salah satu alasan Pemkot Bogor melakukan evaluasi terhadap potensi pendapatan parkir.

Potensi Pendapatan Parkir Bogor Diperkirakan Rp10 Miliar

Tidak hanya membenahi atribut dan mekanisme pembayaran, Pemkot Bogor juga berencana mengkaji ulang target penerimaan parkir untuk tahun berikutnya.

Jenal mengatakan, kajian tersebut akan melibatkan tenaga profesional, termasuk kalangan akademisi dari Malang.

Kajian diperlukan untuk memperoleh gambaran lebih realistis mengenai kemampuan sektor perparkiran dalam menyumbang pendapatan daerah.

"Tahun depan bagaiaman targetnya? Tentu ini harus realistis, hasil kajian Dishun tahun lalu sudah ada, dan tahun ini kita kaji ulang, menggunakan metode pihak profesional, termasuk dari Univesitas, dari Malang, kita undang ke Bogor untuk bantu kaji potensi pendapatan di Bogor yang kurang lebih di angka Rp 10 miliar," tandasnya.

Angka Rp10 miliar tersebut masih merupakan estimasi potensi yang perlu dikaji lebih lanjut, bukan target pendapatan yang telah ditetapkan.

Melalui pembenahan identitas juru parkir, sistem pembayaran digital, dan evaluasi potensi pendapatan, Pemkot Bogor berharap pengelolaan perparkiran menjadi lebih transparan serta memberikan kontribusi lebih besar terhadap kas daerah.