POJOKBOGOR.ID - Kabar penting bagi masyarakat, terutama di tengah kekhawatiran pasokan energi.
Pertamina memastikan stok bahan bakar minyak (BBM) nasional masih dalam kondisi aman untuk memenuhi kebutuhan dalam beberapa waktu ke depan.
Informasi ini disampaikan langsung oleh pihak terkait yang menegaskan bahwa ketersediaan BBM, baik gasoline maupun solar, masih berada dalam batas aman.
Bahkan, stok yang ada saat ini diperkirakan mampu mencukupi hingga lebih dari 20 hari ke depan.
Baca Juga: Jangan Tertipu! BKN Tegaskan Tak Ada Status ASN Baru, Hanya Ada PPPK dan PNS Sesuai UU yang Berlaku
“Pada saat ini gasoline dan solar masih dalam kondisi aman, masih 20 hari ke atas. Kita akan menunggu kapal-kapal yang masuk, karena sekarang rebutan dengan negara lain, tapi kemarin ada kelonggaran dari Iran dan Irak. Tapi kita juga akan ambil dari tempat-tempat lain, di Afrika juga masih ada,” ungkap Komisaris Utama PT Pertamina Mochamad Iriawan (Iwan Bule), dikutip dari Koran Gala, Senin 30 Maret 2026.
Pernyataan ini menjadi penegasan bahwa pemerintah bersama Pertamina terus melakukan berbagai upaya strategis untuk menjaga stabilitas pasokan BBM di dalam negeri.
Meski diakui, kondisi global memang cukup menantang karena adanya persaingan antarnegara dalam mendapatkan pasokan energi.
Pasokan Global Jadi Tantangan
Baca Juga: WFH ASN Segera Diterapkan, Tapi Bukan Hari Rabu! Gubernur DKI Bongkar Alasannya
Dalam beberapa waktu terakhir, distribusi energi global memang menghadapi tekanan.
Permintaan yang tinggi dari berbagai negara membuat persaingan mendapatkan suplai minyak semakin ketat.
Namun begitu, Indonesia tidak tinggal diam. Upaya diversifikasi sumber pasokan terus dilakukan agar kebutuhan dalam negeri tetap terpenuhi.
Selain dari Timur Tengah seperti Iran dan Irak, opsi pasokan juga dibuka dari kawasan Afrika.
Baca Juga: Akses Digital Anak Harus Diatur, Ini Peran Penting Orang Tua yang Sering Diabaikan
Langkah ini menunjukkan bahwa pemerintah tidak hanya bergantung pada satu sumber saja, melainkan mencari alternatif lain demi menjaga ketahanan energi nasional.
Komunikasi dengan Negara Tetangga
Tak hanya itu, pemerintah juga aktif menjalin komunikasi dengan negara-negara tetangga. Salah satunya adalah Malaysia.
Menurut Iwan, kondisi penggunaan gasoline di Malaysia yang tidak terlalu tinggi menjadi peluang bagi Indonesia untuk menjajaki kerja sama tambahan terkait pasokan BBM.
Pendekatan ini menjadi strategi penting, terutama di tengah dinamika global yang tidak menentu.
Dengan komunikasi yang baik, peluang mendapatkan tambahan pasokan tentu semakin terbuka.
Masyarakat Diminta Tetap Tenang
Baca Juga: 1.700 hingga 4.100 ASN Dipastikan Bakal Pindah ke IKN, Pemerintah Susun Strategi Bertahap
Di tengah situasi ini, masyarakat diimbau untuk tidak panik atau melakukan pembelian berlebihan karena kondisi stok BBM nasional saat ini masih dalam kategori aman.
Iwan pun menegaskan pentingnya menjaga situasi tetap kondusif.
Kepanikan justru bisa memperburuk keadaan, terutama jika memicu lonjakan permintaan secara tidak wajar.
“Jangan resah masyarakat, jangan membuat situasi jadi chaos. Pemerintah pasti bekerja maksimal untuk rakyatnya,” terangnya.
Pesan ini menjadi penting agar masyarakat tetap rasional dalam menyikapi informasi yang beredar.
Apalagi di era digital seperti sekarang, kabar yang belum tentu benar bisa dengan cepat menyebar dan memicu kekhawatiran.
Pemerintah Pastikan Distribusi Tetap Lancar
Selain menjaga stok, pemerintah juga memastikan distribusi BBM ke berbagai daerah tetap berjalan lancar.
Baca Juga: Melesat ke 75,9, IPM Jawa Barat 2025 Naik! Ini Data dan Program Pendukungnya
Hal ini penting agar tidak terjadi kelangkaan di wilayah tertentu.
Pertamina sebagai BUMN energi terus memantau kondisi lapangan dan memastikan suplai berjalan sesuai kebutuhan.
Koordinasi dengan berbagai pihak juga diperkuat untuk mengantisipasi potensi gangguan distribusi.
Dengan langkah-langkah ini, diharapkan kebutuhan energi masyarakat tetap terpenuhi tanpa kendala berarti.***




