BOGOR,POJOKSATU.id - Kabar mengenai Bantuan Subsidi Upah (BSU) sebesar Rp900.000 kembali menarik perhatian pekerja di Kota dan Kabupaten Bogor pada Oktober 2026.
Bantuan tersebut disebut dalam informasi yang beredar melalui kanal YouTube Diari Bansos sebagai salah satu program yang berpotensi disalurkan pada triwulan terakhir tahun 2026.
Nominal BSU yang dibahas mencapai Rp900.000 untuk alokasi tiga bulan. Perhitungannya adalah Rp300.000 per bulan selama Oktober, November, dan Desember 2026.
Informasi itu tentu menjadi perhatian para pekerja di Bogor, terutama mereka yang memiliki penghasilan terbatas dan berharap mendapatkan tambahan bantuan untuk kebutuhan rumah tangga.
Namun, masyarakat perlu memahami bahwa rencana BSU tersebut belum dapat dianggap sebagai kebijakan pencairan yang telah dipastikan.
Narator video menyebut bahwa bantuan itu dikabarkan menyasar pekerja dengan penghasilan di bawah Rp10 juta.
Meski demikian, kriteria tersebut masih membutuhkan konfirmasi dari Kementerian Ketenagakerjaan.
Belum terdapat kepastian dalam materi tersebut mengenai persyaratan kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan, batas penghasilan yang berlaku, mekanisme pendaftaran, maupun jadwal pencairan.
Karena itu, pekerja di Kota Bogor, Cibinong, Cileungsi, Gunung Putri, maupun wilayah lain di Kabupaten Bogor sebaiknya tidak langsung menganggap dirinya terdaftar sebagai penerima.
Masyarakat juga perlu berhati-hati terhadap tautan pendaftaran BSU yang tersebar melalui pesan WhatsApp atau media sosial.
Jangan pernah memberikan kode OTP, PIN rekening, kata sandi, atau data pribadi kepada pihak yang mengaku dapat mempercepat pencairan bantuan.
Untuk mengetahui informasi resmi, pekerja dapat memantau situs Kementerian Ketenagakerjaan dan kanal komunikasi resmi pemerintah.
Apabila nantinya terdapat kebijakan BSU baru, persyaratan serta mekanisme penyaluran perlu mengikuti pengumuman resmi yang berlaku.
Dengan demikian, kabar BSU Rp900.000 untuk periode Oktober-Desember 2026 masih perlu diverifikasi sebelum dinyatakan benar-benar tersedia bagi pekerja di Bogor.






