BOGOR, POJOKSATU.id - Trase baru Jalan Batutulis di Kota Bogor, Jawa Barat, menjadi sorotan setelah salah satu bagian dindingnya diduga menjadi sasaran aksi vandalisme.
Padahal, infrastruktur jalan tersebut baru saja dibuka untuk masyarakat dan belum menjalani peresmian secara resmi.
Aksi vandalisme itu diketahui melalui sebuah video yang beredar luas di media sosial.
Dalam rekaman tersebut, terlihat adanya coretan pada salah satu sisi dinding trase baru Batutulis.
Keberadaan coretan tersebut menjadi perhatian karena fasilitas jalan yang masih tergolong baru itu sudah mengalami tindakan yang berpotensi merusak keindahan lingkungan.
Trase baru Batutulis sebelumnya dibuka untuk memberikan akses bagi masyarakat yang melintas di kawasan tersebut.
Kehadiran jalur ini diharapkan dapat mendukung kelancaran mobilitas kendaraan sekaligus meningkatkan kenyamanan pengguna jalan.
Namun, belum lama setelah dibuka untuk umum, munculnya coretan pada dinding jalan justru menjadi persoalan tersendiri.
Kondisi tersebut memperlihatkan pentingnya kesadaran bersama dalam menjaga fasilitas publik yang telah dibangun untuk kepentingan masyarakat.
Terlebih, pembangunan infrastruktur jalan membutuhkan proses perencanaan, pengerjaan, serta anggaran yang tidak sedikit.
Karena itu, keberadaan fasilitas baru seharusnya diikuti dengan kepedulian masyarakat untuk menjaga kebersihan dan keindahan lingkungan sekitarnya.
Hingga kini, belum diketahui siapa pihak yang bertanggung jawab atas coretan pada dinding trase baru Batutulis tersebut.
Belum ada pula informasi resmi mengenai waktu terjadinya vandalisme maupun tindakan yang akan dilakukan pihak terkait.
Meski demikian, munculnya coretan pada fasilitas yang belum diresmikan ini menjadi pengingat pentingnya pengawasan dan pemeliharaan infrastruktur publik.
Masyarakat juga diharapkan ikut menjaga fasilitas umum agar tetap bersih, nyaman, dan dapat digunakan dalam jangka panjang.
Trase baru Batutulis yang telah dibuka untuk masyarakat semestinya menjadi fasilitas bersama yang dijaga, bukan justru menjadi sasaran aksi vandalisme.



