BOGOR, POJOKBOGOR.ID - Pemkot Bogor bersama jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) melakukan peninjauan terhadap Trase Baru Batutulis untuk memastikan kesiapan infrastruktur dan keselamatan pengguna jalan sebelum jalur tersebut dibuka untuk masyarakat.
Peninjauan dilakukan setelah akses jalan tersebut ditutup selama kurang lebih 1,5 tahun. Pemeriksaan difokuskan pada keandalan konstruksi, konektivitas jalan, kelengkapan fasilitas keselamatan, serta penyelesaian sejumlah pekerjaan yang masih berlangsung.
Wali Kota Bogor, Dedie Rachim, mengatakan uji coba diperlukan untuk memastikan pembangunan Trase Baru Batutulis terhubung dengan baik dengan konstruksi Underpass Batutulis yang merupakan bagian dari proyek strategis nasional.
“Uji coba yang pertama memastikan keandalan konstruksi. Yang kedua memastikan konektivitas konstruksinya,” ujar Dedie Rachim saat memberikan keterangan dalam peninjauan.
Menurutnya, kesinambungan antara pembangunan underpass dan trase baru yang dikerjakan bersama Pemerintah Provinsi Jawa Barat harus dipastikan sebelum jalan digunakan secara optimal oleh masyarakat.
Meski sebagian besar pekerjaan dilaporkan hampir rampung, masih terdapat sejumlah pekerjaan yang perlu diselesaikan, terutama pengecatan marka jalan dan penyambungan pengaspalan pada beberapa titik.
Pemkot Bogor juga mendorong percepatan penyelesaian pekerjaan agar jalur tersebut dapat segera dimanfaatkan sesuai ketentuan yang berlaku.
Uji Coba Teknis Dilakukan Bertahap
Rencana pembukaan Trase Baru Batutulis akan melalui beberapa tahapan, mulai dari pengujian teknis hingga proses administrasi dan penerbitan sertifikat laik operasional oleh pihak berwenang.
Dalam keterangannya, Dedie Rachim menyebutkan uji coba teknis direncanakan berlangsung hingga Jumat, tanggal 30. Namun, kepastian pembukaan untuk masyarakat masih perlu dikoordinasikan dengan pihak pelaksana dan instansi terkait.
Sempat disampaikan bahwa masyarakat berpeluang mulai melintasi jalur tersebut pada Sabtu setelah tahapan serah terima pekerjaan atau Berita Acara Serah Terima (BAST).
Meski demikian, jadwal tersebut belum dapat dipastikan sebagai tanggal pembukaan resmi karena masih ada proses pemeriksaan dan persyaratan operasional yang harus dipenuhi.
Penerbitan sertifikat laik operasional menjadi salah satu tahapan penting sebelum jalan benar-benar difungsikan.
Marka Jalan dan Keselamatan Jadi Perhatian
Dari sisi keselamatan berlalu lintas, Kapolresta Bogor menilai kondisi fisik jalan yang ditinjau sudah cukup baik. Penerangan jalan juga telah dilengkapi dengan lampu bertenaga surya.
Namun, kelengkapan marka jalan masih menjadi perhatian. Pihak kepolisian akan berkoordinasi dengan Satuan Lalu Lintas untuk memberikan masukan teknis guna meminimalkan risiko kecelakaan, terutama saat masa uji coba.
Pengaturan arus kendaraan juga perlu dipersiapkan mengingat jalur tersebut memiliki karakteristik jalan menurun. Sementara itu, ketentuan mengenai jenis kendaraan yang diperbolehkan melintas, termasuk batas tonase kendaraan berat, masih memerlukan penjelasan lebih lanjut dari pihak berwenang.
Kapolresta Bogor Kota, Kombes Pol. Adhitya Panji Anom berharap, Trase Baru Batutulis nantinya dapat menjadi jalur alternatif bagi masyarakat dengan tetap mengutamakan keamanan dan ketertiban lalu lintas.
Tiang Listrik dan Penyelesaian Aspal Masih Dikoordinasikan
Selain marka jalan, penyelesaian sambungan aspal dan keberadaan tiang listrik turut menjadi perhatian dalam peninjauan.
Dedie Rachim menjelaskan bahwa penanganan tiang listrik merupakan bagian dari pekerjaan yang melibatkan pihak lain, termasuk PLN. Koordinasi telah dilakukan agar pekerjaan tersebut dapat ditindaklanjuti setelah anggaran tersedia.
Pemkot juga meminta agar sambungan antara konstruksi baru dan jalan lama segera diselesaikan sehingga tidak menimbulkan persoalan bagi pengguna jalan ketika jalur mulai difungsikan.
Adapun pekerjaan penataan kawasan, seperti penghijauan dan penambahan elemen estetika, dilaporkan mendekati penyelesaian.
Trotoar Trase Baru Batutulis Tak Boleh Dikuasai PKL
Persoalan lain yang menjadi sorotan adalah pemanfaatan trotoar di kawasan Trase Baru Batutulis. Wali Kota Bogor menegaskan bahwa trotoar harus dikembalikan pada fungsi utamanya sebagai fasilitas bagi pejalan kaki, bukan tempat berjualan.
Menurutnya, penataan kawasan harus berjalan seiring dengan pembangunan infrastruktur agar akses masyarakat tetap nyaman, tertib, dan aman.
Pemkot Bogor, lanjutnya, juga telah melakukan pendekatan melalui relokasi pedagang ke pasar sebagai salah satu solusi penataan. Namun, penertiban tetap akan dilakukan terhadap pedagang yang tidak mematuhi aturan.
Pemkot Koordinasikan Penataan Kawasan dan Dinding PT KAI
Terkait kondisi dinding di sekitar kawasan yang menjadi kewenangan PT KAI, Dedie Rachim mengatakan pihaknya terus menjalin komunikasi dengan Direktorat Jenderal Perkeretaapian.
Dia menyebutkan bahwa penanganan bagian tersebut memiliki batas kewenangan karena berkaitan dengan proyek strategis nasional. Karena itu, setiap instansi diminta menjalankan tanggung jawab masing-masing sambil tetap menjaga koordinasi.
Pemkot Bogor juga mengajak unsur kewilayahan, mulai dari RT, RW, kelurahan, kecamatan hingga aparat keamanan, untuk bersama-sama mengawasi kawasan dan mengantisipasi potensi gangguan keselamatan.
Dengan serangkaian pemeriksaan tersebut, Trase Baru Batutulis diharapkan dapat segera dimanfaatkan sebagai jalur alternatif yang aman dan mendukung kelancaran mobilitas warga.
Namun, kepastian tanggal pembukaan serta ketentuan kendaraan yang diperbolehkan melintas masih menunggu hasil koordinasi dan pemenuhan persyaratan operasional.



