BOGOR, POJOKBOGOR.id - Trase baru Jalan Saleh Danasasmita, Kota Bogor, tak hanya disiapkan untuk mendukung konektivitas jalan, tetapi juga menghadirkan daya tarik berupa panorama Gunung Salak dan lanskap taman yang mempercantik kawasan. Dari arah Jalan Lawang Gintung, pengguna jalan dapat menikmati pemandangan alam yang menjadi salah satu keunggulan trase baru tersebut.

Saat ini, jalan tersebut mulai menjalani uji coba tahap awal. Sejumlah segmen masih disempurnakan, terutama pada titik pertemuan antara jalan eksisting dan trase baru yang membutuhkan pengerasan sebelum dilapisi aspal.

Pembukaan jalan untuk umum dilakukan secara situasional dengan penyesuaian waktu. Pada Selasa (27/10/2026), jalan dibuka hingga pukul 19.00 WIB, sedangkan pada Rabu (28/10/2026), akses dijadwalkan beroperasi mulai pukul 07.00 hingga 19.00 WIB.

General Superintendent (GS) PT Promix Prima Karya, Hariono, menjelaskan bahwa total panjang penanganan jalan mencapai 270 meter. Panjang tersebut terdiri atas pembangunan trase baru sepanjang 220 meter dan penanganan jalan eksisting sepanjang 50 meter.

Trase baru Jalan Saleh Danasasmita memiliki dua jalur dengan lebar total delapan meter. Untuk mendukung kenyamanan pejalan kaki, jalan ini juga dilengkapi trotoar dengan lebar sekitar 2,6 meter di sisi kanan dan 1,8 meter di sisi kiri.

Tak hanya memperhatikan aspek jalan dan fasilitas pejalan kaki, pembangunan tersebut turut mengakomodasi kebutuhan saluran drainase dan utilitas bawah tanah.

“Dan di bawahnya itu ada saluran dan utilitas. Jadi nanti kalau ada dari PLN atau dari utilitas lain, tidak perlu gali-gali lagi, kita sudah siapkan,” ujar Hariono.

Dari sisi estetika, trase baru ini menawarkan panorama Gunung Salak yang dapat dinikmati pengguna jalan dari arah Lawang Gintung. Pada pintu masuk dari arah tersebut, terdapat lanskap taman yang menambah daya tarik kawasan.

Sementara itu, dari arah Stasiun Batutulis, keberadaan Leuweung Batutulis menjadi bagian dari unsur penghijauan di sekitar jalan eksisting. Perpaduan infrastruktur dan elemen alam tersebut diharapkan membuat kawasan jalan tidak hanya berfungsi sebagai jalur penghubung, tetapi juga memiliki lingkungan yang lebih tertata.

Hariono menambahkan, uji coba dilakukan secara bertahap dengan menerapkan sistem buka-tutup dan penyesuaian waktu. Pengaturan ini dilakukan agar masyarakat tetap dapat melintasi jalan selama proses penyempurnaan konstruksi berlangsung.

Proyek pembangunan trase baru Jalan Saleh Danasasmita berada di bawah pengelolaan UPTD Pengelolaan Jalan dan Jembatan Wilayah Pelayanan I Dinas Bina Marga Provinsi Jawa Barat. PT Promix Prima Karya bertindak sebagai kontraktor pelaksana dengan target penyelesaian pekerjaan pada 30 Oktober 2026.

Setelah pekerjaan mencapai target tersebut, proses selanjutnya akan dilanjutkan dengan Berita Acara Serah Terima (BAST).

“Insyaallah, kami mohon doanya kepada semuanya, agar penyelesaian ini tepat waktu dan tidak ada kendala lain,” ucap Hariono.

Dengan hadirnya trase baru ini, Jalan Saleh Danasasmita diharapkan dapat memberikan manfaat dari sisi konektivitas sekaligus menghadirkan lingkungan jalan yang lebih nyaman, tertata, dan memiliki daya tarik visual melalui panorama Gunung Salak serta lanskap taman di sekitarnya.