KOTA BOGOR, POJOKBOGOR.id - Peningkatan kualitas pelayanan kesehatan di RSUD Kota Bogor menjadi perhatian serius Pemerintah Kota Bogor.
Sebanyak 43 pejabat nonstruktural Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) RSUD Kota Bogor dilantik dan dikukuhkan dengan harapan mampu membawa perubahan dalam tata kelola serta pelayanan kepada masyarakat.
Pengambilan sumpah dan pengukuhan dipimpin langsung Direktur Utama RSUD Kota Bogor, Sri Nowo Retno, disaksikan Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Bogor, Denny Mulyadi, di Aula Tanah Sareal, RSUD Kota Bogor, Rabu (4/11/2026).
Turut hadir Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Kota Bogor, Hanafi, serta Kepala BKPSDM Kota Bogor, Dani Rahadian.
Dalam arahannya, Denny Mulyadi menegaskan bahwa 43 pejabat yang dikukuhkan merupakan sumber daya manusia pilihan yang memiliki tanggung jawab besar dalam mendorong peningkatan mutu pelayanan kesehatan.
“Harapan organisasi yaitu RSUD Kota Bogor bisa meningkatkan pelayanan kesehatan menjadi lebih baik. Bapak ibu harus melek dan banyak memiliki kesabaran, karena dalam memberikan pelayanan kita tidak membeda-bedakan,” ujar Denny.
Menurutnya, kualitas pelayanan rumah sakit sangat ditentukan oleh kedisiplinan, pemahaman terhadap tugas, serta konsistensi seluruh jajaran dalam menerapkan standar operasional prosedur (SOP).
Karena itu, para pejabat, khususnya yang bertanggung jawab sebagai kepala ruangan, diminta memahami dan menjalankan SOP secara optimal.
Denny juga mendorong agar setiap kendala maupun kekurangan dalam pelaksanaan pelayanan segera disampaikan kepada manajemen.
Evaluasi dan perbaikan harus dilakukan secara berkelanjutan agar persoalan di lapangan tidak berlarut-larut dan berdampak terhadap pasien.
Tak hanya soal kedisiplinan dan standar pelayanan, Denny turut menyoroti pentingnya transformasi digital di lingkungan RSUD Kota Bogor.
Ia menilai pemanfaatan teknologi harus menjadi bagian dari perubahan pola kerja, sehingga pelayanan kesehatan dapat berlangsung lebih cepat, efektif, dan praktis.
Menurutnya, berbagai fasilitas digital yang telah tersedia seharusnya dimanfaatkan secara maksimal untuk mendukung pekerjaan tenaga kesehatan maupun jajaran manajemen.
“Bapak ibu yang dikukuhkan harus memberikan masukan, bagaimana sarana kerja itu sudah ada di genggaman tangan bapak ibu, bukan lagi cari pulpen. Bisa melihat status pasien melalui genggaman tangan, memanfaatkan teknologi yang terus disempurnakan dan memudahkan bapak ibu,” tegasnya.
Pengukuhan 43 pejabat tersebut diharapkan tidak sekadar menjadi pergantian atau penguatan posisi jabatan, tetapi juga menjadi momentum pembenahan internal RSUD Kota Bogor.
Dengan peningkatan kompetensi SDM, penerapan SOP yang konsisten, serta optimalisasi teknologi digital, RSUD Kota Bogor diharapkan mampu menghadirkan pelayanan kesehatan yang semakin berkualitas dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat.



