KOTA BOGOR, POJOKBOGOR.id - Wali Kota Bogor, Dedie Rachim, menegaskan pentingnya menjaga kerukunan, keberagaman, dan persatuan sebagai modal utama dalam membangun Kota Bogor.
Menurutnya, perbedaan latar belakang bukan menjadi penghalang, melainkan kekuatan untuk menciptakan kehidupan masyarakat yang harmonis.
Pesan tersebut disampaikan Dedie saat mengukuhkan pengurus Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB), Forum Pembauran Kebangsaan (FPK), dan Forum Kewaspadaan Dini Masyarakat (FKDM) Kota Bogor periode 2026-2031 di Paseban Sri Baduga, Balai Kota Bogor, Rabu (4/11/2026).
Dedie berharap, para pengurus yang baru dikukuhkan mampu menjadi teladan sekaligus penggerak dalam menjaga persatuan dan kondusivitas di tengah dinamika kehidupan masyarakat.
Ia menilai, keberadaan ketiga forum tersebut memiliki peran strategis dalam memperkuat komunikasi antara pemerintah dan masyarakat, terutama dalam mengantisipasi berbagai persoalan yang berpotensi mengganggu keharmonisan Kota Bogor.
"Sebagai tokoh Kota Bogor, Bapak Ibu harus berkontribusi menjaga kondusivitas, menyampaikan pikiran dan pandangannya untuk kebaikan sekaligus menjadi mitra strategis pemerintah dalam menghadapi dinamika yang ada. Kemajuan harus diraih bersama, komunikasi dan silaturahmi harus kita kuatkan," ujar Dedie.
Ia juga mengingatkan bahwa menjaga Kota Bogor bukan semata-mata menjadi tanggung jawab pemerintah, melainkan membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat.
Menurut Dedie, Kota Bogor memiliki modal sosial yang kuat dalam menjaga toleransi dan keberagaman. Hal itu tercermin dari kehidupan masyarakat yang selama ini mampu hidup berdampingan secara harmonis di tengah perbedaan suku, agama, ras, dan budaya.
Sikap saling menghargai dan menghormati yang telah tumbuh sejak lama, kata dia, merupakan karakter masyarakat yang harus terus dipertahankan.
Nilai-nilai tersebut tidak boleh terkikis oleh perubahan zaman maupun kepentingan kelompok tertentu.
Dedie menegaskan, keberagaman seharusnya menjadi perekat yang memperkuat persaudaraan, bukan justru menjadi sumber perpecahan.
"Semua harus hidup rukun berdampingan, harus mau saling bersilaturahmi. Dan Kota Bogor istimewa, hampir semua perwakilan tokoh agama bukan hanya secara formal ada di organisasi, tetapi sudah menjadi sahabat dan betul-betul menjadi keluarga besar Kota Bogor," ungkapnya.
Ia menambahkan, hubungan kekeluargaan yang telah terbangun antartokoh agama dan elemen masyarakat menjadi modal penting dalam menghadapi berbagai tantangan.
Melalui dialog dan komunikasi yang terbuka, setiap persoalan diharapkan dapat diselesaikan secara positif sehingga keamanan dan kenyamanan masyarakat tetap terjaga.
Sementara itu, Kapolresta Bogor Kota Kombes Pol. Adhitya Panji Anom berharap FKUB, FPK, dan FKDM dapat mengambil peran aktif dalam menjaga keamanan, ketertiban, serta kenyamanan masyarakat.
Ia menegaskan, kepolisian terbuka untuk berkolaborasi dengan seluruh elemen masyarakat, termasuk para pengurus forum yang baru dikukuhkan.
"Kami berharap para pengurus dapat berkontribusi terhadap kondisi dan situasi Kota Bogor agar selalu aman, nyaman, dan tertib. Secara umum kami ingin berkolaborasi dengan semua elemen Kota Bogor, khususnya yang baru dikukuhkan. Saran dan masukan kami harapkan," pungkasnya.



