KOTA BOGOR, POJOKBOGOR.id - Perubahan sikap dan kemampuan akademis mulai dirasakan para siswa Sekolah Rakyat (SR) 3 di Kabupaten Bogor.
Salah satunya Aji Prasetyo, pelajar SMA yang kini mengaku semakin disiplin, percaya diri, dan bersemangat mengejar cita-citanya setelah menjalani pendidikan berbasis asrama.
Perkembangan Aji terlihat saat Wali Kota Bogor, Dedie Rachim, mengunjungi Sekolah Rakyat 3 di Pusat Pengembangan Kompetensi (Pusbakom) Asrama Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia Aparatur Perhubungan (PPSDMAP) Kementerian Perhubungan (Kemenhub), Senin (2/11/2026).
Dalam kesempatan tersebut, Aji berhasil menjawab dua pertanyaan Dedie sekaligus mengenai wawasan kebangsaan dan geografi. Kemampuan itu menjadi salah satu gambaran perkembangan akademis yang diperolehnya selama mengikuti pendidikan di Sekolah Rakyat.
Bagi Aji, kehidupan di Sekolah Rakyat memberikan banyak perubahan. Tidak hanya mendapatkan pembelajaran akademis, ia juga mulai terbiasa menjalani kehidupan yang lebih teratur melalui pendidikan karakter dan kedisiplinan.
Namun, perjalanan Aji untuk beradaptasi tidak sepenuhnya mudah. Pada awal masuk sekolah, ia sempat merasa jenuh, bosan, hingga kelelahan. Bahkan, muncul keinginan untuk meninggalkan lingkungan sekolah.
Setelah melewati masa adaptasi sekitar satu pekan, pandangannya mulai berubah. Aji justru merasa nyaman dan menyadari bahwa Sekolah Rakyat menjadi kesempatan besar untuk memperbaiki masa depan dirinya dan keluarga.
"Alhamdulillah betah. Awal ada perasaan pengen kabur, tapi lama kelamaan betah banget, nyaman. Sudah biasa bangun subuh juga, disiplin. Belajarnya juga cepat menangkap. Saya tadi jawaban pertanyaan Pak Wali juga karena belajar di sini, dapat ilmu di sini. Pokoknya ingin wujudkan mimpi," ungkap Aji.
Kini, rutinitas yang sebelumnya terasa berat mulai menjadi kebiasaan. Setiap hari, Aji sudah bangun sekitar pukul 03.30 WIB untuk membersihkan lingkungan, mandi, dan melaksanakan salat Subuh.
Aktivitas kemudian dilanjutkan dengan olahraga ringan bersama, sarapan, hingga mengikuti pembelajaran di kelas. Setelah kegiatan belajar, para siswa mendapatkan waktu istirahat dan makan siang sebelum kembali mengikuti kegiatan ekstrakurikuler.
Berbagai aktivitas tambahan juga disiapkan untuk mengembangkan minat dan bakat siswa. Bahkan, pada waktu senggang, mereka sesekali mengikuti kegiatan menonton bersama di aula.
Sekolah Rakyat 3 sendiri merupakan sekolah gratis berkonsep boarding school yang dirintis Kementerian Sosial. Program ini menyasar anak-anak dari keluarga prasejahtera yang masuk kelompok desil 1 dan 2.
Kepala Sekolah SR 3, Siti Nurma Nugraha, diketahui merupakan aparatur sipil negara (ASN) Pemerintah Kota Bogor yang berasal dari Dinas Pendidikan Kota Bogor.
Bagi Aji, kesempatan belajar di Sekolah Rakyat bukan sekadar memperoleh pendidikan gratis. Lebih dari itu, lingkungan sekolah telah membantunya membangun kebiasaan baru, mengenali potensi diri, dan menumbuhkan keyakinan untuk meraih masa depan yang lebih baik.
Ia pun bertekad menyelesaikan pendidikan hingga lulus dengan terus meningkatkan kemampuan akademisnya.
"Iya harus terus belajar, semangat buat wujudkan mimpi," tegasnya.



