POJOKBOGOR.id - Calon Wali Kota Bogor, Rena Da Frina bertekad ingin menjadikan Kota Bogor bebas sampah bukan sekadar penilaian saja karena mampu meraih Piala Adipura dua kali berturut-turut.

Namun, lanjut Rena Da Frina, secara faktual di lapangan memang Kota Bogor benar-benar bersih dari timbunan sampah yang 'menggunung'.

"Jangan hanya penilaian di atas kertas saja, namun setelah itu menjadi kotor lagi. Sampah berserak lagi di Kota Bogor;" kata Rena Da Frina saat Debat Publik Pemilihan Wali Kota (Pilwakot) Bogor, di Jakarta, malam tadi, Jumat 8 November 2024.

Baca Juga: Debat Pilwalkot Bogor 2024: Eka Maulana Tutup dengan Pesan Menyentuh, Doakan Kami Amanah dan Istiqomah

Menurut Rena Da Frina, ada beberapa aksi guna membuat lingkungan Kota Bogor memang nyata bersih dari sampah. Pertama, paling penting adalah konsistensi semua pihak menciptakan kebersihan Kota Bogor.

Selanjutnya, diperlukan kolaborasi bersama unsur seperti TNI/Polri, komunitas, kalangan generasi muda, dan lainnya agar menjaga Kota Bogor bebas sampah.

Rena mengemukakan, di Kota Bogor sudah seharusnya diterapkan satu RT satu bank sampah. Dengan begitu maka dapat dipilah setiap jenis sampahnya.

Baca Juga: Bullying dan KDRT Jadi Isu Utama di Debat Pilwalkot Bogor, Paslon Nomor 5 Tantang Langkah Nyata Satu Calon Walikota?

"Ke depannya juga dapat dibuat sistem zero waste to landfill. Sampah dapat didaur ulang dan memberdayakan masyarakat. Jadi sampah punya nilai ekonomis juga," tutur Rena.

Melalui langkah kinerja seperti itu, Rena menilai, akan mampu meringankan beban Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Garuda. Tak melulu sampah harus diarahkan ke TPA.

Rena Da Frina mengemukakan, mengatasi sampah Kota Bogor juga harus memperhatikan nasib kehidupan "pasukan oranye". Dirinya ingin jika terpilih segera menaikkan gaji "pasukan oranye".