POJOKBOGOR.id - Sejak ditinggalkan Bima Arya dan Dedie Rachim sebagai Wali dan Wakil Wali Kota Bogor, kondisi Alun Alun Kota Bogor makin semrawut.

Pedagang kaki lima atau PKL yang sempat ditertibkan oleh Bima Arya beberapa hari sebelum pamitan, kini kembali membuat kawasan tersebut kembali kumuh.

Menanggapi situasi itu, Pj Wali Kota Bogor, Hery Antasari memastikan akan mempertahankan penataan kawasan Alun Alun Kota Bogor seperti yang selama ini dilakukan Pemkot setempat.

Baca Juga: Bima Arya Mulai Lakukan Safari Politik ke Seluruh DPD PAN, Bawa Isu Pungli

Hery di Kota Bogor, Selasa 14 Mei 2024 mengaku, belum mengetahui apakah saat ini Alun Alun kembali semrawut atau tidak, karena harus melihat pembanding dari kondisi sebelumnya.

Namun, ia memastikan penataan yang sudah dilakukan dari periode kepemimpinan Bima Arya-Dedie Rachim, terus dipertahankan.

Seperti misalnya penertiban pedagang PKL yang menjamur, hingga mencegah angkutan kota (angkot) ngetem.

Baca Juga: Pengendara Motor tiba-tiba Nyemplung ke Sungai di Cilebut

“Yang pasti sekali lagi upaya kita akan maksimal untuk mempertahankan yang sudah baik. Kalau dianggap sebelumnya bulan lalu misalnya penataanya sudah baik, ya tentu kita akan lakukan penertiban kembali,” jelasnya.

Sebab, menurut Hery, penataan merupakan upaya yang harus dilakukan terus menerus. Sehingga Pemkot Bogor akan terus melalukan penataan, penertiban, dan advokasi kepada pihak-pihak yang dianggap memanfaatkan.

Hery pun menegaskan, di dalam masa transisi wali kota ke pj wali kota, tidak akan ada perubahan kebijakan untuk hal-hal penataan.

Baca Juga: Pemkab Bogor Larang Study Tour ke Luar Kota

Karena ia akan tetap mempertahankan dan meneruskan upaya penataan kota agar lebih rapi.

“Saya pastikan itu tidak ada perubahan kebijakan untuk hal-hal seperti itu. Kita akan pertahankan terus untuk penataan kerapihan kota, termasuk di Alun Alun Kota Bogor,” ucapnya.