POJOKBOGOR.id - Rumah Susanah, buruh harian pengupas bawang di Kampung Ciuncal, RT 01, RW 04, Desa Situsari, Kecamatan Cileungsi, Kabupaten Bogor, kini dipasangi garis polisi (police line), Selasa 19 Agustus 2026.

Langkah ini diambil perangkat lingkungan setempat untuk meredam keramaian dan menjaga kondisi psikologis keluarga usai nama Susanah mendadak viral.

Nama Susanah menjadi sorotan publik setelah disinggung langsung oleh Presiden Prabowo Subianto dalam pidato kenegaraan pada Sidang Tahunan MPR RI serta Sidang Bersama DPR RI–DPD RI di Gedung Nusantara, Jakarta, Jumat 14 Agustus 2026.

Dalam pidatonya, Presiden memperkenalkannya sebagai pengupas bawang dengan upah Rp 700.000 per kilogram yang menerima manfaat Program Keluarga Harapan (PKH) dan Program Sembako.

Pernyataan tersebut membuat kediaman Susanah tak pernah sepi dari serbuan awak media dan warga.

Berdasarkan pantauan pada Selasa 18 Agustus 2026 pagi, potongan garis polisi berwarna kuning terikat di atap teras rumahnya serta di pos kamling gang menuju lokasi.

Istri Ketua RT setempat, Iis, mengungkapkan bahwa garis polisi dipasang beberapa hari lalu saat Susanah dan suaminya, Didim, sedang berada di Jakarta.

Keputusan tersebut merupakan hasil kesepakatan bersama antara Ketua RW, Kepala Dusun, hingga Kepala Desa.

Sorotan publik dan media yang datang bertubi-tubi dikhawatirkan mengganggu mental anak-anak Susanah.

“Takutnya jiwa anak-anaknya belum siap dengan kondisi orang tuanya yang tiba-tiba viral,” ujar Iis.

Media yang ingin meliput kini diwajibkan berkoordinasi terlebih dahulu dengan perangkat RT/RW setempat agar situasi lingkungan tetap tertib.

Pihak RT menyayangkan tindakan beberapa pihak, termasuk kementerian sosial, yang sempat melakukan pengambilan gambar di lokasi tanpa koordinasi awal dengan pengurus lingkungan setempat.

Dengan pengetatan akses ini, pengurus RT/RW berharap ketenangan keluarga Susanah dan kenyamanan warga di Kampung Ciuncal dapat tetap terjaga di tengah tingginya perhatian nasional.