POJOKBOGOR.id – Bupati Bogor Rudy Susmanto menyoroti peran Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Bogor yang kini tidak hanya berkutat pada pelayanan donor darah, tetapi semakin terlibat dalam berbagai operasi kemanusiaan dan penanganan bencana.
Hal itu disampaikan Rudy saat menghadiri peringatan HUT ke-81 PMI di kawasan Gelora Pakansari, Cibinong, Sabtu, 19 September 2026.
Menurutnya, karakter wilayah Kabupaten Bogor yang luas serta memiliki beragam ancaman bencana membuat keberadaan relawan kemanusiaan menjadi salah satu unsur penting dalam membantu pelayanan masyarakat.
Baca Juga: Mulai Sidak Jam 5 Pagi, Bupati Bogor Beri Perusahaan 10 Hari Benahi Limbah Sungai Cileungsi
“Palang Merah Indonesia selalu memberikan warna yang baik, khususnya di Kabupaten Bogor, di era kepemimpinan Bapak Indra Fermanto,” ujar Rudy Susmanto, Sabtu (19/9/2026).
Rudy mengatakan pengalaman di lapangan menunjukkan PMI kerap terlibat langsung ketika masyarakat menghadapi musibah.
“Kami Pemerintah Kabupaten Bogor sangat terbantu dengan kehadiran PMI. Kabupaten Bogor memiliki wilayah yang cukup luas dengan tantangan dan potensi bencana yang cukup besar,” kata Rudy Susmanto, Sabtu (19/9/2026).
Baca Juga: Danny Setiawan Wafat di Usia 81 Tahun, Pejabat Karier Pertama yang Jadi Gubernur Jawa Barat
Ia bahkan menyebut ketika jajaran pemerintah mendatangi lokasi untuk membantu warga, tim PMI dalam sejumlah kejadian telah lebih dahulu berada di lapangan.
“Di mana pun kami turun untuk membantu masyarakat, ternyata PMI sudah lebih dulu hadir di sana,” ujar Rudy Susmanto, Sabtu (19/9/2026).
Dari Galuga hingga Krisis Air Bersih
Pernyataan itu memiliki konteks kuat jika melihat sejumlah operasi kemanusiaan di Kabupaten Bogor sepanjang 2026.
Dalam penanganan kebakaran besar di TPAS Galuga pada September, PMI menjadi salah satu unsur yang terlibat bersama Pemkab Bogor, Pemkot Bogor, BPBD, Damkar, Dinas Kesehatan, TNI dan Polri.
Pemerintah daerah mencatat operasi tersebut membutuhkan penanganan terpadu karena bara api tersimpan hingga bagian dalam timbunan sampah.
Salah seorang relawan PMI Kabupaten Bogor bahkan mendapat apresiasi pada peringatan HUT ke-81 karena mendampingi pelayanan kesehatan di kawasan Galuga selama sekitar 10 hari.
Ketua PMI Kabupaten Bogor Indra Fermanto menyebut relawan tersebut tetap menjalankan pelayanan kepada masyarakat terdampak selama operasi berlangsung.
Peran PMI juga terlihat ketika Kabupaten Bogor menghadapi kekeringan.
Hingga akhir Agustus 2026, distribusi air bersih dari Perumda Tirta Kahuripan sudah mencapai 1,767 juta liter. Pengiriman air dilakukan melalui kolaborasi Perumda, BPBD, Damkar, Dinas Sosial serta PMI Kabupaten Bogor.
Baca Juga: 1001 Pasar Rakyat Digelar di Ciomas, 58 Tenant UMKM dan 100 Pelaku Usaha Masuk Kelas Digital
Artinya, aktivitas PMI di Kabupaten Bogor kini menjangkau kebutuhan kemanusiaan yang cukup luas, dari pelayanan kesehatan di titik bencana hingga pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat saat krisis air.
Relawan Bogor Juga Dikirim ke Luar Daerah
Operasi kemanusiaan PMI Kabupaten Bogor juga tidak berhenti di dalam wilayah sendiri.
Pada Januari 2026, Pemkab Bogor bersama PMI mengirimkan relawan untuk membantu korban longsor di Kabupaten Bandung Barat.
Sebanyak lima personel PMI bergabung dengan personel BPBD untuk membantu pencarian korban sekaligus menyalurkan kebutuhan logistik selama operasi.
Kemudian pada September, dua relawan PMI kembali masuk dalam tim Kabupaten Bogor yang diberangkatkan ke Nusa Tenggara Timur untuk membantu masyarakat terdampak bencana.
Baca Juga: Sampah Bogor 1.000 Ton Sehari, Jakarta Diajak Patungan Solusi Lewat PSEL
Gerakan Kabupaten Bogor Peduli juga menyalurkan bantuan bagi korban gempa NTT. Bantuan tahap awal yang dilepas Pemkab Bogor mencapai Rp500 juta dalam bentuk dana, sementara dukungan logistik juga dihimpun dari masyarakat dan berbagai unsur daerah.
Lebih dari 25 Ribu Kantong Darah Dihimpun
Di tengah peningkatan peran kebencanaan, fungsi pelayanan darah tetap menjadi salah satu kegiatan utama PMI Kabupaten Bogor.
Dalam Musyawarah Kerja PMI Kabupaten Bogor pada Juli 2026, Ketua PMI Kabupaten Bogor Indra Fermanto memaparkan bahwa sejak dirinya dilantik pada September 2025 hingga Juni 2026, kegiatan donor darah yang dilakukan bersama pemerintah, swasta dan berbagai lembaga telah menghasilkan 25.035 kantong darah.
Pada periode tersebut PMI juga meningkatkan kapasitas relawan melalui sejumlah pelatihan, termasuk Basic Water Rescue dan spesialisasi pertolongan pertama.
Baca Juga: Cuaca Kabupaten Bogor Hari Ini, Hujan Ringan Berpotensi Guyur Wilayah Bogor
Penguatan kemampuan tersebut relevan dengan karakter bencana Kabupaten Bogor yang beragam, mulai dari banjir, longsor, kebakaran hingga kondisi kedaruratan lain.
HUT ke-81 Bukan Cuma Seremoni
Peringatan HUT ke-81 PMI Kabupaten Bogor di Pakansari sendiri diisi sejumlah agenda yang diarahkan untuk memperluas kapasitas kemanusiaan.
Salah satunya adalah pencanangan Bulan Dana Kemanusiaan PMI Kabupaten Bogor 2026, yang digunakan sebagai salah satu sumber pembiayaan pelayanan kemanusiaan.
Selain itu, sekitar 2.000 pelajar dari 148 sekolah mengikuti kegiatan keterampilan Palang Merah Remaja tingkat SD, SMP dan SMA.
Baca Juga: Cuaca Kota Bogor Hari Ini, Sabtu 19 September 2026: Waspada Hujan dan Petir
“Lomba ini diikuti oleh 148 sekolah dengan jumlah peserta kurang lebih 2.000 pelajar,” ujar Indra Fermanto, Sabtu (19/9/2026).
PMI Kabupaten Bogor juga mencanangkan program penghijauan yang akan dilaksanakan melalui jaringan PMI kecamatan di seluruh 40 kecamatan Kabupaten Bogor.
Dengan skema tersebut, HUT PMI tidak berhenti sebagai peringatan organisasi, tetapi juga menjadi ruang regenerasi relawan melalui PMR sekaligus memperluas aktivitas sosial hingga tingkat kecamatan.
Baca Juga: SIM Keliling Kabupaten Bogor Hari Ini, Sabtu 19 September 2026 Ada di 2 Lokasi
Rudy: PMI Membawa Harapan saat Musibah
Rudy menilai kehadiran relawan memiliki arti tersendiri bagi masyarakat yang sedang menghadapi kondisi sulit.
“PMI selalu membawa senyum, harapan, dan semangat bagi keluarga serta saudara-saudara kita, khususnya masyarakat Kabupaten Bogor yang sedang dilanda musibah,” ungkap Rudy Susmanto, Sabtu (19/9/2026).
Hubungan PMI dan pemerintah daerah sendiri secara kelembagaan memang diarahkan sebagai kemitraan di bidang kemanusiaan, kebencanaan dan pelayanan sosial.
Saat pengurus PMI kecamatan periode 2025–2030 dikukuhkan, Pemkab Bogor menekankan pentingnya memperkuat jaringan PMI di wilayah agar pelayanan kepada masyarakat dapat diberikan secara cepat dan dekat.
Baca Juga: Sebelum Masuk PSEL Bogor Raya 1, Sampah Kota Bogor Diminta Dipilah dari Rumah
Di bawah kepengurusan Indra Fermanto periode 2025–2030, PMI Kabupaten Bogor juga diarahkan menjadi organisasi yang lebih profesional, adaptif dan responsif.
Di wilayah dengan 40 kecamatan dan karakter bencana yang beragam, ukuran keberadaan PMI akhirnya bukan hanya berapa banyak kantong darah yang berhasil dihimpun.
Tetapi juga seberapa cepat relawan hadir ketika masyarakat membutuhkan pertolongan.



