BOGOR POJOKBOGOR.id, Penangkapan lima orang yang diduga terlibat pencurian kendaraan bermotor di wilayah Cileungsi belum menjadi akhir penyelidikan.

Kepolisian masih melakukan pengembangan untuk mengetahui luas jaringan, lokasi pencurian, kendaraan yang diduga telah dicuri hingga kemungkinan keterlibatan pihak lain.

Lima orang tersebut diamankan Tim Resmob Bareskrim Polri bersama Tim Opsnal Polsek Cileungsi di sebuah rumah kontrakan di Desa Bojong Kulur, Kecamatan Gunung Putri, Kabupaten Bogor.

Kapolsek Cileungsi Kompol Edison menyampaikan bahwa perkara itu masih terus didalami.

“Kelima pelaku diduga memiliki peran berbeda dalam aksi tersebut,” ujar Edison, Kamis, 8 Oktober 2026.

Hasil pemeriksaan sementara mengarah pada dugaan adanya pembagian tugas.

Sebagian diduga berperan sebagai eksekutor atau pemetik sepeda motor, sementara lainnya diduga berfungsi sebagai joki dan penadah.

Penadah Jadi Mata Rantai Penting

Dalam jaringan pencurian kendaraan bermotor, peran penadah menjadi salah satu titik penting yang perlu ditelusuri.

Pencurian dapat terus berulang selama terdapat pihak yang menerima, membeli atau membantu mengalihkan kendaraan hasil kejahatan.

Pusiknas Bareskrim Polri juga pernah menyoroti bahwa pencurian motor dapat membentuk rantai lebih panjang yang melibatkan penadah, pembongkar kendaraan hingga distribusi kendaraan ke tempat lain.

Karena itu, pengungkapan terduga pemetik tidak otomatis memutus seluruh rantai.

Penyidik perlu menelusuri ke mana kendaraan yang sudah diambil dibawa, siapa penerimanya, bagaimana transaksi dilakukan, serta apakah kendaraan tetap dalam bentuk utuh atau kemudian diubah identitasnya.

Barang Bukti Bisa Membuka Jejak Lain

Dalam penggerebekan di Bojong Kulur, polisi menyita kunci letter T, kunci magnet, empat golok, sepeda motor serta alat yang diduga digunakan untuk menghisap sabu.

Barang bukti kendaraan dapat menjadi pintu masuk untuk pengembangan lebih luas melalui pencocokan nomor rangka dan nomor mesin.

Data tersebut dapat dibandingkan dengan registrasi kendaraan maupun laporan kehilangan dari masyarakat.

Polisi juga masih dapat mengembangkan keterangan para terduga pelaku untuk mengetahui lokasi-lokasi yang diduga pernah menjadi sasaran.

Sampai Jumat, 9 Oktober 2026, belum diumumkan secara resmi berapa jumlah tempat kejadian perkara yang diduga berkaitan dengan kelompok tersebut.

Belum ada pula keterangan final mengenai jumlah kendaraan yang diduga telah dicuri.

Proses pengembangan karena itu menjadi tahap penting untuk mengetahui seberapa jauh jaringan tersebut beroperasi.