BOGOR POJOKBOGOR.id, Wilayah Cileungsi, Kabupaten Bogor, kembali menjadi sorotan dalam pengungkapan kasus kendaraan bermotor.
Pada Kamis, 8 Oktober 2026, polisi mengungkap dugaan jaringan pencurian kendaraan bermotor dan mengamankan lima orang dari sebuah kontrakan di Desa Bojong Kulur, Kecamatan Gunung Putri.
Pengungkapan itu terjadi hanya beberapa hari setelah polisi menyelidiki dugaan penampungan belasan sepeda motor tanpa dokumen kepemilikan lengkap di kawasan Cileungsi.
Kapolsek Cileungsi Kompol Edison memastikan kasus terbaru masih dikembangkan.
“Kita masih kembangkan kasusnya,” kata Edison dalam perkembangan penyelidikan, Kamis, 8 Oktober 2026.
Dalam kasus lima orang terduga pelaku, polisi menyita kunci letter T, kunci magnet, empat golok, sepeda motor, hingga alat yang diduga digunakan untuk menghisap sabu.
Pemeriksaan awal menyebut para terduga pelaku mempunyai peran mulai pemetik, joki hingga penadah.
Beberapa Hari Sebelumnya, 19 Motor Ditelusuri
Pada Senin, 5 Oktober 2026, Polsek Cileungsi juga mengungkap dugaan tempat penampungan kendaraan bermotor tanpa dokumen lengkap.
Penyelidikan saat itu bermula dari sebuah lokasi di kawasan Jatisari.
Petugas menemukan enam sepeda motor yang hanya disertai STNK tanpa BPKB.
Pengembangan kemudian bergerak menuju kawasan parkiran Terminal Cileungsi.
Secara keseluruhan, 19 sepeda motor ditemukan dalam rangkaian penyelidikan tersebut. Polisi juga menemukan sejumlah pelat nomor kendaraan dan barang lain yang kemudian diperiksa.
Keterangan awal yang dihimpun penyidik menyebut sebagian kendaraan direncanakan dikirim ke luar daerah.
Belum Bisa Dipastikan Satu Jaringan
Meski dua pengungkapan tersebut terjadi dalam rentang waktu berdekatan dan sama-sama melibatkan kendaraan bermotor, belum ada keterangan resmi yang memastikan keduanya merupakan satu jaringan.
Karena itu, dua kasus tersebut perlu ditempatkan sebagai penyelidikan terpisah sampai penyidik menyatakan adanya keterkaitan.
Polisi masih harus mencocokkan identitas kendaraan, keterangan orang-orang yang diperiksa, jalur distribusi, laporan kehilangan, hingga pihak-pihak yang diduga menjadi pemasok atau penerima kendaraan.
Pengembangan menjadi penting untuk mengetahui apakah kasus berhenti pada kelompok tertentu atau mengarah pada jaringan yang lebih luas.








