BOGOR, POJOKBOGOR.id - Kontingen Forum Baris Indonesia (FORBASI) Kabupaten Bogor terus menyempurnakan persiapan sebelum tampil pada Kejuaraan Daerah (Kejurda) FORBASI Jawa Barat 2026.

Latihan difokuskan pada variasi formasi yang membutuhkan ketepatan gerak, konsentrasi, kekompakan, serta koordinasi antarpeserta.

Mulai dari aba-aba, hentakan kaki, perpindahan posisi hingga pembentukan pola, setiap bagian harus dilakukan dengan presisi agar formasi dapat terbentuk secara sempurna.

Persiapan tersebut menjadi bagian dari perjalanan kontingen Kabupaten Bogor sebelum membawa nama daerah ke kompetisi tingkat Jawa Barat.

Kejurda FORBASI Jawa Barat 2026 dijadwalkan berlangsung pada Sabtu, 17 Oktober 2026 di Kabupaten Subang.

Baris-Berbaris Tak Hanya Soal Gerakan

Olahraga baris-berbaris tidak hanya menuntut peserta mampu bergerak dengan rapi.

Di balik sebuah formasi terdapat proses latihan yang membutuhkan kedisiplinan, ketahanan mental, fokus, dan kemampuan bekerja sama.

Kesalahan kecil dari satu anggota dapat memengaruhi susunan keseluruhan tim.

Karena itu, setiap peserta harus mampu menjaga tempo sekaligus memahami posisi anggota lainnya.

Pemerintah Kabupaten Bogor juga menilai olahraga baris-berbaris dapat menjadi sarana pembentukan karakter generasi muda.

“Berbicara baris-berbaris bukan hanya tentang posisi siap, langkah tegap, atau gerakan dalam setiap gerakannya. Di dalam baris-berbaris ada pelajaran yang dapat diambil dan diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari, seperti disiplin, sabar, terus bergerak dan berdampak,” ujar Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Kabupaten Bogor Asnan, Rabu (23/9/2026).

Perjalanan Dimulai dari Kejurcab

Sebelum menuju tingkat Jawa Barat, FORBASI Kabupaten Bogor terlebih dahulu menggelar Kejuaraan Cabang Lomba Olahraga Baris-Berbaris Kabupaten Bogor 2026 di kawasan Gelora Pakansari, Cibinong.

Sebanyak 85 tim dari sekitar 35 kecamatan mengikuti kejuaraan tersebut.

Kompetisi dibagi ke dalam empat kategori, yakni U-13, U-16, U-19, dan senior.

Kejurcab juga menjadi ajang seleksi untuk mencari tim terbaik yang akan melanjutkan perjuangan mewakili Kabupaten Bogor pada tingkat provinsi.

Ketua FORBASI Kabupaten Bogor Wahyu Chaniago mengatakan jumlah peserta menunjukkan tingginya minat terhadap olahraga baris-berbaris.

“Alhamdulillah antusiasnya luar biasa. Ada total 85 tim se-Kabupaten Bogor. Kalau berdasarkan wilayah ada sekitar 35 kecamatan yang terwakili,” ujar Wahyu Chaniago, Rabu (23/9/2026).

Dari Persaingan Kabupaten Menuju Jawa Barat

Bagi para peserta, Kejurcab bukan hanya kesempatan meraih prestasi di tingkat Kabupaten Bogor.

Kompetisi tersebut juga membuka jalan untuk tampil membawa nama daerah di tingkat Jawa Barat.

Salah satu peserta Kejurcab, Galang Adit Prawira dari SMAN 1 Parung, sebelumnya menyampaikan keinginannya untuk mendapatkan kesempatan tersebut.

“Harapan kita bisa di dua besar atau juara satu untuk mewakili Kabupaten Bogor di kejurda nanti di Subang,” ujar Galang, Rabu (23/9/2026).

Kini proses seleksi telah berlanjut ke tahap persiapan kontingen.

Tim yang terpilih terus mematangkan latihan sebelum berhadapan dengan peserta terbaik dari berbagai kabupaten dan kota di Jawa Barat.

Kejurda Berlangsung di Subang

Kejurda FORBASI Jawa Barat 2026 dijadwalkan berlangsung pada Sabtu, 17 Oktober 2026 di Kabupaten Subang.

Kompetisi tersebut akan mempertemukan kontingen dari berbagai daerah di Jawa Barat.

Ajang ini menjadi bagian dari proses pembinaan sekaligus ruang kompetisi bagi para peserta olahraga baris-berbaris yang sebelumnya telah melalui seleksi di daerah masing-masing.

Pelaksanaan Kejurda juga melibatkan Politeknik Negeri Subang sebagai bagian dari penyelenggaraan kegiatan.

VAFOR Menguji Kekompakan Tim

Variasi formasi atau VAFOR menjadi salah satu bagian yang membutuhkan konsentrasi tinggi.

Setiap anggota harus melakukan perpindahan dengan memperhatikan jarak, tempo, posisi, serta aba-aba.

Gerakan yang dilakukan secara individu harus mampu menyatu menjadi satu pola utuh.

Karena itu, sebuah formasi tidak hanya bergantung pada kemampuan masing-masing peserta.

Kepercayaan dan koordinasi antarpersonel juga menjadi faktor penting.

Hentakan kaki yang seragam, suara aba-aba, serta perubahan posisi menjadi bagian yang membentuk karakter penampilan sebuah tim.

Latihan berulang dibutuhkan agar seluruh anggota memahami gerakan sekaligus mampu menjaga konsistensi dari awal hingga akhir penampilan.

Jadi Ruang Pembinaan Generasi Muda

Kejurcab FORBASI Kabupaten Bogor 2026 merupakan kejuaraan tingkat kabupaten pertama sejak organisasi tersebut terbentuk sekitar dua tahun sebelumnya.

Wahyu Chaniago mengatakan kejuaraan itu dirancang agar para peserta memiliki ruang untuk menunjukkan kemampuan dan berkembang.

“Ini perdana, Kejurcab pertama di Kabupaten Bogor. Kita coba memberikan sesuatu yang berbeda dan tampilan yang baik untuk para peserta,” ujar Wahyu Chaniago, Rabu (23/9/2026).

Selain menjadi ajang kompetisi, kegiatan baris-berbaris juga diharapkan mampu menanamkan nilai disiplin, tanggung jawab, sportivitas, serta kebersamaan kepada generasi muda.

Siap Bawa Nama Kabupaten Bogor

Menjelang keberangkatan menuju Subang, kontingen Kabupaten Bogor terus menyempurnakan penampilannya.

Variasi formasi yang dipersiapkan menjadi hasil dari proses latihan panjang yang membutuhkan kedisiplinan dan kerja sama seluruh anggota.

Prestasi memang menjadi salah satu target.

Namun proses menuju kompetisi juga memberikan pengalaman yang tidak kalah penting bagi setiap peserta.

Setiap aba-aba menuntut konsentrasi.

Setiap langkah membutuhkan keseragaman.

Sementara setiap formasi hanya bisa terbentuk ketika seluruh anggota mampu bergerak dalam satu ritme.

Dari puluhan tim yang sebelumnya bersaing di tingkat Kabupaten Bogor, para peserta terbaik kini melanjutkan perjalanan ke tingkat Jawa Barat.

Kontingen FORBASI Kabupaten Bogor siap membawa nama daerah dan memberikan penampilan terbaik pada Kejurda FORBASI Jawa Barat 2026.