BOGOR.POJOKSATU.id - Aksi bejat kakek cabul di Ciampea Bogor memang membuat semua orang kaget, Satreskrim Polres Bogor bahkan pada akhirnya harus melakukan pengembangan lebih lanjut tentang kasus ini.

Hal itu dikarenakan pengakuan orang tua korban yang mengatakan jika sebenarnya korban pencabulan bukan hanya dua orang saja, melainkan masih ada korban lain, akan tetapi tidak berani untuk buka suara.

Kasatreskrim Polres Bogor, AKP Teguh Kumara akhirnya angkat bicara. Ia mengatakan pihaknya kini masih akan tetap mendalami dan mencari informasi lebih lengkap lagi.

"Kami akan mencari informasi apabila mungkin ada korban korban lain," ujarnya.

Seperti yang kalian ketahui sebelumnya, dua anak di bawah umur berjenis kelamin perempuan menjadi korban pencabulan oleh dua kakek-kakek di Ciampea Bogor.

Korban diketahui berinisial AZ berusia 10 tahun dan AQ berusia 8 tahun, sedangkan pelaku WS berusia 65 tahun dan MR yang berusia 68 tahun.

Aksi gila tersebut bermula ketika pelaku dibawa ke sebuah saung perkebunan, pelaku bahkan mengiming-imingi korban dengan uang 5 ribu kemudian diarahkan untuk memegang kelamin pelaku.

Tujuan pelaku melakukan hal tersebut adalah untuk mengetes kejantanannya memastikan alat kelaminnya masih mampu untuk ereksi.

Pada akhirnya kedua pelaku berhasil diamankan polisi di Mapolres Bogor guna mempertanggunjawabkan perbuatannya.

Yang lebih mencengangkan adalah, menurut pengakuan salah satu orang tua korban Aida Kusnawati ternyata korban pencabulan bukan hanya dua orang anak, melainkan 10 orang anak.

"Jadi korban ada 10 orang, yang berani speak up itu cuma dua orang," ungkapnya.

"Kalau yang lainnya itu jadi setiap mau ngaji atau mau apa dia selalu ngejegatin si anak-anak," tutupnya kepada para wartawan.***