CIBINONG, POJOKBOGOR.id - Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP-PKK) Kabupaten Bogor, Eva Rudy Susmanto, resmi melantik 11 Ketua TP-PKK Kecamatan.
Pelantikan berlangsung di Ruang Serbaguna 1 Sekretariat Daerah (Setda) Kabupaten Bogor, Jumat (6/11/2026).
Kegiatan tersebut menjadi momentum untuk memperkuat peran organisasi PKK dalam mendukung pemberdayaan keluarga dan kesejahteraan masyarakat.
Dalam arahannya, Eva menekankan pentingnya membangun ketahanan keluarga sebagai dasar pelaksanaan berbagai program PKK.
Menurutnya, keluarga memiliki peran utama dalam membentuk karakter anak sekaligus mempersiapkan generasi Indonesia Emas 2045.
Karena itu, para pengurus baru diharapkan mampu menjalankan tanggung jawab organisasi tanpa mengabaikan kehidupan keluarga.
Sebelas Ketua TP-PKK Kecamatan Resmi Dilantik
Sebanyak 11 Ketua TP-PKK Kecamatan yang dilantik berasal dari berbagai wilayah Kabupaten Bogor.
Mereka terdiri dari Siti Hazar Noviyanthi untuk Kecamatan Sukamakmur, Evi Sulfianti untuk Ciawi, dan Mita Novalya Puspita untuk Sukajaya.
Selanjutnya, Devi Eka Novari dilantik untuk Kecamatan Pamijahan, Maryati Gogo Badarudin untuk Jonggol, serta Taurusia Andriani Pardi untuk Cariu.
Kemudian, Emma Nurmaya Yudhi dipercaya memimpin TP-PKK Kecamatan Ciampea dan Siti Romlah Hendersah untuk Kecamatan Tenjo.
Sementara itu, Tini Jumariah Maman dilantik untuk Kecamatan Citeureup, Sarah Fatmawati Rizky untuk Leuwiliang, serta Ai Maemunah untuk Sukaraja.
Eva menyampaikan ucapan selamat kepada seluruh pengurus yang baru dilantik.
Ia juga memberikan apresiasi kepada para ketua sebelumnya atas waktu, tenaga, dan pengabdian selama menjalankan program PKK.
Eva Rudy Susmanto Ingatkan PKK Harus Dimulai dari Keluarga
Dalam sambutannya, Eva menegaskan bahwa keberhasilan gerakan PKK perlu dimulai dari lingkungan keluarga.
Menurutnya, keluarga merupakan fondasi penting dalam membangun masyarakat yang sehat, mandiri, dan sejahtera.
Oleh karena itu, kader PKK diharapkan mampu menjaga keseimbangan antara tanggung jawab rumah tangga dan kegiatan sosial.
"Saya selalu berpesan, PKK ini harus dimulai dari rumah. Pastikan keluarga kita terurus, anak-anak mendapat perhatian, dan komunikasi dengan suami tetap terjaga. Dari keluarga yang kuat, kita bisa membina dan memberikan manfaat bagi masyarakat yang lebih luas," ungkap Eva.
Pesan tersebut menjadi pengingat bahwa pemberdayaan masyarakat memiliki hubungan erat dengan kondisi keluarga.
Eva berharap para ketua yang baru dilantik dapat menjadi teladan dalam membangun kehidupan keluarga yang harmonis.
Selain itu, mereka diminta menjalankan amanah dengan penuh keikhlasan, semangat, dan tanggung jawab.
Ketua TP-PKK Kecamatan Diminta Perkuat Koordinasi hingga Desa
Selain penguatan ketahanan keluarga, Eva mendorong seluruh pengurus baru untuk meningkatkan kerja sama dalam pelaksanaan program PKK.
Menurutnya, Ketua TP-PKK Kecamatan memiliki peran sebagai penghubung antara kepengurusan tingkat kabupaten dan masyarakat di wilayah masing-masing.
Karena itu, koordinasi dengan pemerintah kecamatan perlu terus ditingkatkan.
Eva juga meminta para ketua membangun komunikasi yang baik dengan camat dan seluruh unsur terkait.
Melalui kerja sama tersebut, berbagai program pemberdayaan diharapkan dapat berjalan lebih efektif.
Selain itu, kegiatan PKK di tingkat desa dan kelurahan diharapkan semakin aktif serta mampu menjangkau kebutuhan masyarakat.
Penurunan Stunting dan Identitas Digital Jadi Perhatian
Dalam kegiatan tersebut, Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Kabupaten Bogor, Susi Rahayu Agustini, turut menyampaikan arahan mewakili Bupati Bogor Rudy Susmanto.
Ia berharap para ketua yang baru dilantik segera melakukan konsolidasi bersama pengurus PKK di wilayah masing-masing.
Selain itu, kerja sama dengan berbagai organisasi perempuan juga perlu diperkuat.
Sejumlah program menjadi perhatian pemerintah daerah, termasuk upaya menekan angka stunting dan meningkatkan kesejahteraan keluarga.
Pengurus PKK juga didorong membantu sosialisasi serta aktivasi Identitas Kependudukan Digital (IKD) kepada masyarakat.
Melalui peran tersebut, PKK diharapkan dapat menjadi mitra pemerintah dalam mendukung pelayanan dan pemberdayaan masyarakat.
Di sisi lain, penguatan koordinasi diperlukan agar persoalan yang dihadapi keluarga dapat diketahui dan ditangani melalui pihak terkait.
Pemkab Bogor Harapkan Gerakan PKK Semakin Aktif
Pelantikan 11 Ketua TP-PKK Kecamatan menjadi bagian dari penguatan organisasi PKK di Kabupaten Bogor.
Pemerintah daerah berharap kepengurusan baru mampu melanjutkan berbagai program yang telah berjalan sekaligus meningkatkan keterlibatan masyarakat.
Penguatan ketahanan keluarga, perhatian terhadap tumbuh kembang anak, dan pemberdayaan perempuan menjadi bagian penting dalam pelaksanaan kegiatan.
Selain itu, sinergi antara PKK dan pemerintah diharapkan dapat membantu menjawab berbagai kebutuhan masyarakat.
Melalui pelantikan tersebut, gerakan PKK di Kabupaten Bogor diharapkan semakin aktif dan berkelanjutan hingga tingkat desa dan kelurahan.
Dengan demikian, keberadaan TP-PKK dapat memberikan kontribusi lebih luas dalam membangun keluarga yang kuat serta masyarakat Kabupaten Bogor yang lebih sejahtera.








