POJOKBOGOR.id – Kawasan yang dibangun untuk membuat wajah transportasi Bojonggede lebih tertib kini menghadapi persoalan lain.

Sejumlah coretan vandalisme terlihat di beberapa bagian kawasan Terminal Bojonggede hingga area bawah Skybridge Bojonggede, Kabupaten Bogor, berdasarkan pantauan pada Selasa, 22 September 2026.

Coretan tersebut muncul pada sejumlah permukaan fasilitas di kawasan yang setiap hari menjadi jalur perpindahan penumpang antara Terminal Bojonggede dan Stasiun Bojonggede.

Persoalannya bukan sekadar tembok yang terlihat kotor.

Baca Juga: Merasakan Langsung Skybridge Bojonggede, Naik KRL Bonus Olahraga Jalan Kaki Sekali Lewat 243 Meter

Skybridge Bojonggede merupakan fasilitas publik yang dibangun pemerintah pusat menggunakan APBN senilai sekitar Rp18,33 miliar, dengan panjang 243 meter dan lebar sekitar tiga meter.

Jembatan ini baru diresmikan pada Desember 2023 untuk menghubungkan terminal dan stasiun sekaligus mengurangi kesemrawutan lalu lintas di kawasan tersebut.

 

Sejak Baru Dibuka, KAI Sudah Ingatkan soal Vandalisme

Menariknya, persoalan vandalisme sebenarnya sudah diantisipasi sejak Skybridge Bojonggede pertama kali beroperasi.

Dalam keterangan saat pembukaan fasilitas pada Desember 2023, KAI Commuter meminta pengguna menjaga sarana yang tersedia, tidak membuang sampah sembarangan serta tidak melakukan tindakan vandalisme.

Pesan itu muncul karena skybridge dirancang bukan hanya sebagai jembatan penyeberangan.

Fasilitas tersebut menjadi akses utama dari sisi barat Stasiun Bojonggede setelah akses pintu selatan dialihkan melalui Skybridge.

Artinya, kualitas dan kebersihan kawasan ikut menjadi bagian dari pengalaman ribuan komuter setiap harinya.

Baca Juga: Berseragam KAI Diduga Curi Skincare di Gunung Putri, Polisi Sebut Barang Diganti, KAI Lakukan Pemeriksaan

Hampir tiga tahun kemudian, sejumlah coretan yang terlihat di sekitar Terminal dan bawah Skybridge menunjukkan bahwa persoalan menjaga fasilitas publik masih menjadi pekerjaan rumah.

 

Pengguna Sejak Awal Sudah Berpesan: Jangan Sampai Kebersihan Tidak Terjaga

Ada satu komentar pengguna ketika Skybridge baru dibuka yang kini terasa relevan.

Sabrina, pengguna KRL yang bekerja di sekitar Pasar Minggu, saat itu mengaku tidak keberatan harus berjalan lebih jauh selama fasilitas tersebut tetap nyaman.

“Jadi gak apa-apa jalan jauh asalkan sampai nanti, beberapa tahun ke depan, kebersihan dan keamanannya tetap terjaga kaya gitu,” kata Sabrina dalam laporan yang diterbitkan Minggu (10/12/2023).

Ketika pernyataan itu disampaikan, kondisi Skybridge masih baru.

Toilet, mushala, jalur disabilitas dan fasilitas lain disebut masih berada dalam kondisi bersih.

Namun pada saat yang sama, kondisi Terminal Bojonggede sudah mendapat sorotan karena dinilai kurang tertata dan terlihat kotor.

Baca Juga: Seorang Pria Berseragam PT KAI Tertangkap Basah Curi Sejumlah Barang di Indomaret Bogor

Kini, setelah hampir tiga tahun digunakan, tantangannya bergeser dari sekadar membangun fasilitas menjadi menjaga fasilitas yang sudah dibangun.

 

Januari 2026, Vandalisme Juga Terjadi di Stasiun Bojonggede

Coretan di kawasan ini juga bukan persoalan yang benar-benar baru.

Pada Januari 2026, sebuah video memperlihatkan seorang pria melakukan vandalisme pada petunjuk arah di Stasiun Bojonggede menggunakan spidol hitam.

Pria tersebut sempat ditegur warga sebelum meninggalkan lokasi.

KAI Commuter kemudian menindaklanjuti kejadian itu dan melakukan penelusuran melalui rekaman CCTV.

“Untuk laporannya tidak secara detail, namun karena vandalisme kami tentunya akan menindaklanjutinya,” ujar Public Relations Manager KAI Commuter Leza Arlan, Senin (26/1/2026).

Baca Juga: Dianggap Jadi Biang Macet, Puluhan Lapak PKL di Simpang Cisarua Bogor Resmi Dibongkar

KAI juga menggunakan sistem CCTV untuk mencoba mengidentifikasi pelaku.

“Saat ini dalam identifikasi dan penelusuran oleh petugas melalui CCTV analytic,” kata Leza Arlan, Senin (26/1/2026).

Peristiwa tersebut terjadi di area stasiun, sedangkan coretan yang kini terlihat berada di sekitar kawasan terminal dan bawah Skybridge.

Belum ada informasi yang menunjukkan keduanya dilakukan oleh orang yang sama atau saling berkaitan.

Namun dua kejadian itu menunjukkan vandalisme bukan persoalan yang sepenuhnya asing di kawasan simpul transportasi Bojonggede.

Baca Juga: Gagal Maling Motor, Pelaku Justru Acungkan Senjata Api Didekat Kerumunan Pelajar SD di Pondok Udik Bogor

 

Rp18,33 Miliar untuk Mengubah Kawasan yang Dulu Semrawut

Pembangunan Skybridge awalnya justru ditujukan untuk memperbaiki kualitas kawasan.

Laporan BPTJ mencatat sebelum Skybridge dibangun, kawasan Stasiun Bojonggede menghadapi sejumlah persoalan: angkot menaikkan dan menurunkan penumpang sembarangan, ojek daring berhenti di badan jalan, PKL mengganggu pergerakan pejalan kaki hingga parkir ilegal.

Kondisi tersebut disebut membuat lingkungan sekitar stasiun terlihat kurang tertata dan semrawut.

Skybridge kemudian dibangun sebagai fasilitas integrasi agar penumpang dapat berpindah langsung antara stasiun dan terminal.

Saat diresmikan, Kementerian Perhubungan menyebut Stasiun Bojonggede sebagai salah satu stasiun komuter terpadat di Jabodetabek.

Baca Juga: Setahun Setelah 130 Lapak Ditertibkan, PKL Depan Pafesta Cisarua Dibongkar, Titik Ini Pernah Picu Antrean 3 Km

Fasilitas baru itu diharapkan mengurangi konflik antara pejalan kaki dengan kendaraan sekaligus membuat kawasan lebih teratur.

Dengan konteks tersebut, vandalisme berpotensi membawa kawasan kembali pada persoalan lama dalam bentuk berbeda: infrastruktur tersedia, tetapi kualitas lingkungan menurun karena tidak dijaga.

 

Sejak 2024 Pemeliharaan Jadi Tanggung Jawab Pemkab Bogor

Ada fakta penting mengenai siapa yang kini bertanggung jawab terhadap Skybridge.

Pada Jumat, 4 Oktober 2024, BPTJ menyerahkan pengelolaan Skybridge Bojonggede kepada Pemerintah Kabupaten Bogor.

Serah terima tersebut bukan hanya perpindahan aset.

Pemkab Bogor secara resmi menyebut tanggung jawab pemeliharaan, pengembangan dan penyempurnaan sarana prasarana ikut beralih kepada pemerintah daerah.

Pj Bupati Bogor saat itu, Bachril Bakri, mengatakan:

“Dengan penyerahan ini baik pemeliharaan dan pengembangan akan menjadi tanggung jawab kami ke depannya,” ujar Bachril Bakri, Jumat (4/10/2024).

Baca Juga: Enam Jam Digeledah, KPK Angkut Koper dan Kardus dari Summarecon Bogor, Jejak SHGB hingga Aliran Uang Ditelusuri

Artinya, ketika muncul kerusakan visual maupun persoalan kebersihan di bagian fasilitas yang menjadi aset Pemkab, penanganannya kini tidak lagi semata berada di tangan pemerintah pusat.

Namun perlu dibedakan pula bagian fasilitas yang menjadi wilayah terminal, Skybridge, maupun area Stasiun KAI karena pengelolaannya melibatkan lebih dari satu institusi.

 

Ironisnya, Skybridge Justru Pernah Direncanakan Diperpanjang

Di tengah persoalan pemeliharaan fasilitas yang sudah ada, pemerintah sebelumnya bahkan menyiapkan tahap pengembangan lebih lanjut.

BPTJ pernah merencanakan perpanjangan Skybridge agar akses dapat langsung tersambung menuju peron arah Jakarta.

Direktur Prasarana BPTJ Zamrides mengatakan pengembangan tersebut bertujuan meningkatkan kemudahan pengguna.

“Perpanjangan ini merupakan bagian dari upaya untuk meningkatkan kenyamanan dan mempermudah mobilisasi bagi para pengguna KRL,” ujar Zamrides, Jumat (21/6/2024).

Baca Juga: Cabai Rawit Naik sampai 67 Ribu per Kilo, Pedagang Pasar Bogor Mulai Rasakan Pembeli Kurangi Belanja

Kementerian Perhubungan bahkan sempat menyiapkan penyusunan DED untuk pengembangan tersebut.

Sampai September 2026, belum ditemukan keterangan resmi terbaru yang memastikan proyek perpanjangan itu telah direalisasikan seluruhnya.

Kondisi ini menimbulkan pertanyaan sederhana: sebelum fasilitas diperluas, bagaimana kondisi fasilitas yang sudah berdiri lebih dulu dipertahankan kualitasnya?

 

Kajian 2026: Keamanan Terminal Masih Jadi Titik Lemah

Pertanyaan tersebut semakin relevan jika melihat kajian akademik mengenai Terminal Bojonggede yang diterbitkan pada 2026.

Hasil penelitian menyebut Terminal Bojonggede masih membutuhkan peningkatan pada fasilitas keselamatan, keamanan, petugas operasional, toilet hingga area parkir.

Dari sejumlah variabel yang dinilai, aspek keamanan bahkan tercatat sebagai salah satu yang paling rendah menurut persepsi dan harapan pengguna.

Kajian lain mengenai Skybridge yang terbit Januari 2026 sebenarnya memberikan penilaian cukup positif: sekitar 70 persen responden menyatakan puas dengan keberadaan fasilitas tersebut.

Dua data itu menunjukkan hal yang berbeda tetapi saling berkaitan.

Baca Juga: BLT Dana Desa Masih Disalurkan September 2026, KPM Bisa Terima Rp300 Ribu per Bulan

Masyarakat menilai fungsi Skybridge membantu perjalanan mereka, tetapi kawasan terminal sebagai titik penghubungnya masih membutuhkan peningkatan kualitas pelayanan.

Coretan vandalisme yang kini terlihat menambah satu persoalan lagi dalam daftar tersebut.

 

Ribuan Orang Lewat Bojonggede Setiap Pagi

Menjaga kawasan ini penting karena Bojonggede bukan simpul transportasi kecil.

Pada Senin, 21 September 2026, sehari sebelum pantauan vandalisme ini, jumlah pengguna yang naik dari Stasiun Bojonggede hingga pukul 08.00 WIB tercatat sekitar 11.220 orang.

Jumlah itu baru menggambarkan pengguna pada pagi hari, belum termasuk penumpang yang turun maupun perjalanan pada waktu lainnya.

Artinya, coretan yang dibiarkan bukan berada di lokasi sepi.

Ia berada di kawasan yang setiap hari dilihat dan dilewati ribuan pengguna transportasi umum.

 

Vandalisme Bisa Menjadi “Efek Domino”

Persoalan fasilitas publik sering dimulai dari kerusakan kecil.

Satu coretan dibiarkan, kemudian muncul coretan lainnya. Permukaan yang tidak dibersihkan memberi kesan bahwa kawasan tidak diawasi atau tidak dirawat.

Karena itu, respons terhadap vandalisme tidak cukup hanya dengan mengecat ulang tembok.

Pengawasan melalui petugas, CCTV, penerangan, pembersihan berkala serta penindakan terhadap pelaku dapat berjalan bersamaan.

KAI Commuter sendiri sudah menggunakan pola tersebut ketika vandalisme terjadi di Stasiun Bojonggede pada Januari lalu: rekaman CCTV digunakan untuk menelusuri pelaku.

Baca Juga: Tahun 2027, Anggaran Program MBG Resmi Ditetapkan Sebesar Rp240 Triliun

 

Belum Ada Keterangan Pemkab soal Coretan Terbaru

Hingga artikel ini disusun pada Selasa, 22 September 2026, belum ditemukan pernyataan resmi terbaru dari Dinas Perhubungan Kabupaten Bogor maupun Pemkab Bogor yang secara khusus menjelaskan jumlah titik vandalisme, rencana pembersihan, pelaku, maupun langkah pengamanan terkait coretan terbaru di sekitar Terminal dan bawah Skybridge Bojonggede.

Karena itu, belum dapat dipastikan apakah pemerintah sudah melakukan pendataan maupun memiliki rekaman CCTV yang dapat digunakan untuk mengetahui siapa yang melakukan pencoretan.

Namun soal tanggung jawab pemeliharaan Skybridge sendiri sudah jelas sejak proses hibah 2024: Pemkab Bogor menjadi pihak yang menerima pengelolaan dan pemeliharaan fasilitas tersebut.

Dulu, ketika fasilitas masih baru, seorang pengguna berharap kebersihan dan keamanannya tetap seperti saat pertama dibuka.

Hampir tiga tahun kemudian, harapan itu kini diuji.

Membangun Skybridge menghabiskan miliaran rupiah. Menjaganya agar tidak berubah menjadi tembok penuh coretan justru menjadi pekerjaan setelah proyek selesai.