POJOKBOGOR.id – Sebuah video yang memperlihatkan pria berseragam menyerupai atribut PT Kereta Api Indonesia (KAI) menjadi perhatian setelah yang bersangkutan diduga mengambil sejumlah barang tanpa membayar di sebuah minimarket kawasan Cikeas Nagrak, Kecamatan Gunung Putri, Kabupaten Bogor.
Peristiwa tersebut terjadi pada Minggu, 20 September 2026 sekitar pukul 21.00 WIB. Barang yang disebut diambil antara lain produk skincare, celemek, dan sejumlah barang lainnya.
Dalam rekaman yang beredar, pria tersebut tampak mengenakan seragam lengkap dan membawa kartu identitas yang dikaitkan dengan KAI.
Baca Juga: Seorang Pria Berseragam PT KAI Tertangkap Basah Curi Sejumlah Barang di Indomaret Bogor
Kasus ini kemudian berkembang bukan hanya soal dugaan pencurian barang minimarket, tetapi juga pertanyaan mengenai apakah pria tersebut benar pegawai KAI dan bagaimana perusahaan menindaklanjuti dugaan pelanggaran yang menyeret atribut perusahaan.
Polisi: Diselesaikan dengan Mengganti Barang
Kapolsek Gunung Putri Kompol Hillal Adi Imawan membenarkan adanya kejadian tersebut.
Namun berdasarkan keterangan kepolisian, pihak minimarket dan pria yang bersangkutan telah menyelesaikan persoalan melalui musyawarah.
“Betul terkait kejadian tersebut, kejadian sudah diselesaikan secara musyawarah antara kedua belah pihak dengan mengganti rugi barang yang diambil,” ujar Kompol Hillal Adi Imawan, Senin (21/9/2026).
Keterangan tersebut memberikan perkembangan baru dari informasi awal yang sebelumnya hanya memperlihatkan seorang pria diamankan atau dimintai keterangan oleh pihak toko dan warga.
Baca Juga: Dianggap Jadi Biang Macet, Puluhan Lapak PKL di Simpang Cisarua Bogor Resmi Dibongkar
Meski demikian, penyelesaian secara musyawarah dan penggantian barang tidak dengan sendirinya menjelaskan seluruh status hukum perkara.
Belum ditemukan keterangan lanjutan kepolisian mengenai apakah pernah dibuat laporan polisi, apakah terdapat proses penyelidikan lanjutan, maupun nilai total barang yang diduga diambil.
Saat Polisi Datang, Pria Itu Sudah Pergi
Ada detail lain yang menarik.
Kompol Hillal mengatakan personel Polsek Gunung Putri sempat mendatangi lokasi setelah memperoleh informasi mengenai kejadian tersebut.
Namun ketika petugas tiba, pria yang berada dalam video sudah tidak lagi berada di minimarket.
Artinya, informasi mengenai identitas pria tersebut pada tahap awal diperoleh polisi dari pihak toko dan dokumen yang sebelumnya diperlihatkan kepada mereka.
Polisi Sebut ID Card KAI Ditunjukkan kepada Toko
Pada awal video beredar, status pria tersebut sebagai pegawai PT KAI masih menjadi tanda tanya.
Namun keterangan Kapolsek Gunung Putri kemudian memberikan informasi lebih jauh.
“Yang bersangkutan diketahui merupakan karyawan PT KAI, hal tersebut diketahui berdasarkan seragam dan ID Card yang ditunjukkan yang bersangkutan kepada pihak toko,” ujar Kompol Hillal Adi Imawan, Senin (21/9/2026).
Pernyataan tersebut merupakan keterangan kepolisian berdasarkan informasi dari pihak minimarket dan atribut yang diperlihatkan oleh pria tersebut.
Namun sampai penelusuran dilakukan pada Selasa, 22 September 2026, belum ditemukan pernyataan publik KAI yang secara eksplisit menyebut nama, jabatan, unit kerja, maupun mengonfirmasi secara final status kepegawaiannya.
Karena itu, identitas lengkap pria tersebut belum layak dipublikasikan sebelum ada konfirmasi resmi dari perusahaan atau kepolisian.
KAI Turun Tangan, Kronologi Mulai Diperiksa
PT KAI Daop 1 Jakarta telah mengetahui informasi yang beredar tersebut.
Manager Humas KAI Daop 1 Jakarta Franoto Wibowo menyatakan pihaknya telah menerima informasi mengenai dugaan pelanggaran itu.
KAI kemudian melakukan koordinasi dan pemeriksaan bersama pihak terkait untuk memastikan kronologi serta mengumpulkan informasi yang lengkap mengenai kejadian di Gunung Putri.
Langkah tersebut penting karena kasus tidak hanya berkaitan dengan tindakan personal, tetapi atribut perusahaan terlihat jelas dalam video yang kemudian menyebar luas di media sosial.
Belum ada pengumuman mengenai hasil pemeriksaan internal ataupun kemungkinan sanksi terhadap yang bersangkutan.
Karena proses verifikasi masih berjalan, belum tepat menyimpulkan bahwa atribut maupun kartu identitas yang terlihat otomatis membuktikan status aktif pria tersebut di perusahaan.
KAI Punya Mekanisme Pemeriksaan Pelanggaran Internal
Secara korporasi, KAI memiliki Kode Etik serta Whistleblowing System untuk menangani dugaan penyimpangan atau pelanggaran yang dilakukan pihak internal.
Laman tata kelola resmi KAI menyebut laporan pelanggaran dapat melalui proses verifikasi, investigasi internal, hingga rekomendasi sanksi atau tindakan korektif.
KAI juga menyatakan pengelolaan laporan dilakukan dengan prinsip objektif dan sesuai mekanisme perusahaan.
KAI bahkan menyediakan kanal WBS yang dapat digunakan pihak internal maupun eksternal untuk melaporkan dugaan pelanggaran yang dilakukan pihak internal perusahaan.
Baca Juga: Cabai Rawit Naik sampai 67 Ribu per Kilo, Pedagang Pasar Bogor Mulai Rasakan Pembeli Kurangi Belanja
Dengan demikian, pemeriksaan yang dilakukan Daop 1 Jakarta menjadi tahapan penting untuk menjawab dua pertanyaan: apakah orang tersebut benar tercatat sebagai pekerja aktif KAI dan apakah tindakannya masuk kategori pelanggaran internal perusahaan.
Toko Sebut Kejadian Diduga Bukan Pertama Kali
Dalam informasi awal yang beredar bersama video, pihak toko disebut menduga kejadian serupa telah terjadi beberapa kali.
Namun klaim tersebut belum dikonfirmasi secara terpisah oleh Polsek Gunung Putri maupun KAI.
Belum ada pula data publik yang menunjukkan berapa kali dugaan kejadian sebelumnya terjadi, barang apa saja yang disebut pernah hilang, atau apakah CCTV merekam orang yang sama.
Karena itu, informasi tersebut masih perlu ditempatkan sebagai keterangan awal pihak toko, bukan fakta yang sudah terbukti.
Baca Juga: BLT Dana Desa Masih Disalurkan September 2026, KPM Bisa Terima Rp300 Ribu per Bulan
Gunung Putri Beberapa Kali Diwarnai Kasus Pencurian
Kejadian di Cikeas Nagrak muncul di tengah sejumlah kasus pencurian lain yang ditangani aparat di wilayah Gunung Putri pada September 2026.
Pada 8 September, seorang pria berinisial I diamankan warga setelah diduga mengambil tas dari mobil yang terparkir di kawasan Fresh Market Kota Wisata.
Kapolsek Gunung Putri menyebut pria tersebut dipergoki korban dan kemudian diamankan warga.
Pada 13 September, dugaan pencurian juga dilaporkan terjadi di sebuah toko sembako di Kampung Parung Dengdek, Desa Wanaherang.
Baca Juga: Tahun 2027, Anggaran Program MBG Resmi Ditetapkan Sebesar Rp240 Triliun
Polsek Gunung Putri merespons informasi tersebut dengan melakukan pengecekan.
Kasus-kasus tersebut tidak berkaitan satu sama lain berdasarkan informasi yang tersedia, tetapi menunjukkan sejumlah laporan pencurian di fasilitas perdagangan Gunung Putri menjadi perhatian aparat dalam waktu berdekatan.
Menariknya, Hari yang Sama KAI Justru Tangkap Pencuri Kabel
Ada kejadian lain yang berlangsung pada hari yang sama, meskipun tidak berkaitan dengan kasus Gunung Putri.
Pada Minggu dini hari, 20 September 2026, petugas keamanan KAI Daop 1 Jakarta justru mengamankan seorang pria yang diduga mencuri sembilan kabel bonding di Stasiun Kampung Bandan, Jakarta Utara. Terduga pelaku kemudian diserahkan kepada kepolisian.
Franoto Wibowo ketika itu menegaskan tindakan terhadap pencurian aset perkeretaapian akan diproses sesuai ketentuan hukum.
“KAI selanjutnya berkoordinasi dengan kepolisian untuk menyerahkan terduga pelaku beserta barang bukti dan menempuh proses hukum sesuai dengan ketentuan yang berlaku,” ujar Franoto Wibowo dalam keterangan KAI, Minggu (20/9/2026).
Baca Juga: Dua Pria Pemeran 'A Day in My Life' di Bogor Ngaku Dapat Puluhan Juta Setelah Menjual Videonya
Kedua kasus tersebut berbeda objek, lokasi dan pihak yang terlibat sehingga tidak dapat dihubungkan secara hukum.
Namun kejadian di Gunung Putri membuat perhatian kini berbalik ke internal perusahaan karena orang yang diduga mengambil barang justru terlihat menggunakan atribut yang dikaitkan dengan KAI.
Status Internal Jadi Perkembangan Berikutnya
Untuk sementara, ada beberapa fakta yang sudah dapat dipastikan.
Peristiwa terjadi di minimarket kawasan Cikeas Nagrak pada Minggu malam.
Polisi mengonfirmasi kejadian tersebut dan menyebut pihak toko serta pria yang bersangkutan telah bermusyawarah dan barang diganti. Pihak toko juga menyampaikan bahwa pria tersebut menunjukkan seragam serta ID card KAI.
Sementara itu, KAI Daop 1 Jakarta telah melakukan koordinasi dan pemeriksaan untuk mendapatkan gambaran lengkap mengenai kejadian tersebut.
Baca Juga: Diduga Korsleting Listrik, Kebakaran Hanguskan Dua Rumah Warga di Bogor Tengah
Yang masih belum terbuka adalah identitas pria, jabatan dan unit kerjanya, hasil verifikasi status kepegawaian, nilai barang yang diambil, serta hasil pemeriksaan internal KAI.
Karena itu, perkembangan terpenting selanjutnya bukan lagi sekadar video pria berseragam yang beredar di media sosial.
Jawaban berikutnya ada pada hasil pemeriksaan KAI: siapa pria tersebut dan apakah perusahaan menjatuhkan tindakan internal setelah kronologi dipastikan.



