BOGOR, POJOKBOGOR.ID - Sebanyak 130 penerima manfaat becak listrik bantuan Presiden Prabowo Subianto mengikuti sosialisasi di Aula 1 Gedung Serbaguna Sekretariat Daerah Kabupaten Bogor, Cibinong, Kamis (8/10/2026).

Sosialisasi dilakukan untuk memberikan pemahaman kepada calon pengguna mengenai tata cara penggunaan, pengoperasian hingga pemanfaatan becak listrik agar kendaraan tersebut dapat digunakan secara optimal.

Program ini diharapkan membantu aktivitas serta mobilitas para penerima manfaat di berbagai wilayah Kabupaten Bogor.

Bukan Cuma Terima, Pengguna Dibekali Cara Mengoperasikan

Pembekalan menjadi bagian penting sebelum becak listrik digunakan dalam aktivitas sehari-hari.

Sebanyak 130 penerima mendapat penjelasan mengenai penggunaan dan pengoperasian kendaraan, termasuk bagaimana memanfaatkan becak listrik sesuai fungsi dan kebutuhan masing-masing.

Langkah ini penting karena becak listrik memiliki karakter berbeda dibandingkan becak konvensional yang sepenuhnya mengandalkan tenaga pengayuh.

Dengan bantuan motor listrik, beban fisik pengemudi diharapkan dapat berkurang, terutama ketika membawa penumpang maupun melintasi jalan tertentu.

Bagian dari Program Bantuan Becak Listrik Presiden

Program becak listrik juga telah berjalan di sejumlah daerah.

Dua hari sebelum sosialisasi di Kabupaten Bogor, sebanyak 160 unit becak listrik disalurkan kepada penerima manfaat di Kota Bogor pada Selasa, 6 Oktober 2026.

Pemerintah Kota Bogor menjelaskan program tersebut disalurkan melalui Yayasan Gerakan Solidaritas Nasional (GSN). Becak listrik yang digunakan merupakan produksi PT Pindad dan program tersebut antara lain ditujukan untuk membantu pengayuh becak berusia lanjut yang masih aktif mencari nafkah.

Dalam pelaksanaan program di Kota Bogor, kendaraan tersebut juga disebut dapat melakukan pengisian daya secara mandiri dengan kebutuhan daya sekitar 220 watt.

Prioritaskan Pengayuh Becak Lansia

Program secara lebih luas memang diarahkan untuk meringankan pekerjaan pengayuh becak lanjut usia.

Dalam penyaluran program yang sama di Kota Bogor, Wakil Wali Kota Bogor Jenal Mutaqin menyebut penerima diprioritaskan kepada pengayuh becak berusia di atas 55 tahun.

“Bantuan becak listrik ini diharapkan bisa bermanfaat,” kata Jenal Mutaqin, Selasa (6/10/2026), saat penyaluran program di Kota Bogor.

Informasi mengenai program tingkat Jawa juga menyebut bantuan becak listrik produksi PT Pindad ditujukan terutama kepada penarik becak lansia berusia 55 tahun ke atas agar mereka tetap produktif tanpa terlalu terbebani pekerjaan fisik.

Meski demikian, kriteria rinci 130 penerima di Kabupaten Bogor belum dijelaskan dalam informasi sosialisasi yang tersedia.

Becak Listrik untuk Membantu Aktivitas Masyarakat

Bagi pengayuh becak, perubahan dari sistem kayuh konvensional menuju bantuan tenaga listrik berpotensi membuat aktivitas harian menjadi lebih ringan.

Hal ini terutama relevan bagi pengemudi lanjut usia yang masih menggantungkan penghasilan dari aktivitas mengangkut penumpang.

Selain aspek ekonomi, pemanfaatan kendaraan listrik juga sejalan dengan semakin luasnya penggunaan transportasi berbasis listrik di Indonesia.

Presiden Prabowo sendiri pada 2026 beberapa kali menekankan pengembangan ekosistem kendaraan listrik sebagai bagian dari penguatan industri dan teknologi nasional.

130 Penerima Mulai Bersiap Menggunakan Becak Listrik

Sosialisasi di Cibinong menjadi tahap penting agar bantuan tidak hanya berhenti pada penyerahan kendaraan.

Para penerima perlu mengetahui bagaimana mengoperasikan, menggunakan serta merawat kendaraan agar manfaatnya dapat bertahan dalam jangka panjang.

Dengan 130 penerima manfaat di Kabupaten Bogor, becak listrik diharapkan dapat membantu mobilitas sekaligus aktivitas ekonomi warga di sejumlah wilayah.

Selanjutnya, efektivitas program akan sangat bergantung pada pemanfaatan kendaraan di lapangan serta kesiapan penerima dalam merawat becak listrik yang digunakan untuk bekerja sehari-hari.