POJOKBOGOR.id – Pembangunan kawasan sport center nasional di Rancabungur, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, diproyeksikan tidak hanya menjadi pusat pembinaan atlet nasional, tetapi juga membuka konektivitas baru di wilayah Bogor Barat.
Pemerintah Kabupaten Bogor menyiapkan dukungan infrastruktur berupa akses jalan utama sepanjang sekitar delapan kilometer yang akan menghubungkan kawasan olahraga tersebut dengan jaringan jalan utama, termasuk akses menuju jalan tol.
Sekretaris Daerah Kabupaten Bogor Ajat Rochmat Jatnika mengatakan, akses baru diperlukan karena kondisi jalan menuju kawasan pengembangan saat ini belum memadai untuk mendukung mobilitas kendaraan dalam jumlah besar.
Baca Juga: Bukan Sekadar Adu Bola! 95 Insan Pasar Tohaga Satukan Semangat di Mini Soccer HUT RI
“Rencana pemerintah pusat itu akan membuat bukaan langsung ke lokasi. Kalau misalnya ini proyek strategis nasional, pasti akan ada pintu khusus,” kata Ajat.
Berdasarkan tinjauan aksesibilitas kawasan, lokasi pengembangan sport center yang terbagi dalam tiga tahap masih menghadapi keterbatasan akses dari sejumlah ruas jalan, di antaranya Jalan Raya Pabuaran, Jalan Raya Rancabungur, Jalan Parung Hijau, dan Jalan H. Miing.
Beberapa jalan lingkungan menuju kawasan juga memiliki lebar yang terbatas dan cenderung menyempit. Kondisi tersebut dinilai belum ideal untuk mendukung lalu lintas kendaraan roda empat, bus, maupun truk yang nantinya akan beraktivitas di kawasan sport center.
Baca Juga: Sasar PMI dan Diaspora, BRI Hadirkan BRImo Taiwan untuk Layanan Keuangan Lintas Negara
Karena itu, pemerintah merencanakan pembangunan boulevard utama sepanjang kurang lebih delapan kilometer. Jalur tersebut akan menjadi akses utama menuju kawasan olahraga dan dirancang terkoneksi dengan jaringan Tol Lingkar Bogor.
Percepat Konektivitas Bogor Barat
Ajat menyebut pembangunan sport center nasional menjadi momentum untuk mempercepat sejumlah rencana konektivitas yang sebelumnya telah disiapkan Pemkab Bogor.
Salah satunya adalah rencana pembangunan Jalan Rancabungur-Leuwiliang. Jalur tersebut nantinya diharapkan dapat terhubung dengan kawasan Kemang sekaligus membuka alternatif konektivitas baru di wilayah Bogor Barat.
Baca Juga: Pertamina Patra Niaga Tangani Cepat Insiden Motor Terbakar di SPBU Pangandaran
“Jadi nanti ada Jalan Rancabungur-Leuwiliang. Ini sebenarnya perencanaan jangka panjang kita. Hanya karena ini dijadikan proyek strategis nasional dan pusat pun membuat jalan di sini, kurang lebih trase-nya hampir sama. Jadi kita manfaatkan itu,” ujarnya.
Menurut Ajat, jika jaringan jalan tersebut terealisasi, perjalanan dari arah Leuwiliang menuju Kemang akan memiliki akses yang lebih terbuka. Jalurnya juga berada tidak jauh dari koridor Bojonggede-Kemang (Bomang) yang saat ini dikembangkan Pemkab Bogor.
Pemkab Bogor juga berupaya mengamankan trase sejumlah rencana infrastruktur agar tidak berbenturan dengan pembangunan kawasan lainnya. Salah satunya terkait rencana perpanjangan Tol Lingkar Bogor menuju kawasan Dramaga.
Baca Juga: Ikut Lomba Tenis Meja, Penghuni Saffron Sentul City Ajak Warga Saling Menyemangati
Namun, Pemkab Bogor hingga kini belum memperoleh kepastian mengenai jadwal pembebasan lahan untuk proyek tersebut. Proses pembebasan lahan sepenuhnya menjadi kewenangan pemerintah pusat.
“Pembebasan itu dari pusat semuanya. Belum ada informasi kapan pembebasannya. Tapi biasanya kalau sudah banyak proyek strategis nasional, mereka percepat sendiri,” kata Ajat.
Akses dari Arah BSD
Selain memperkuat akses dari wilayah Bogor, jalur mobilisasi menuju kawasan sport center juga direncanakan dari arah BSD-Serpong melalui kawasan Agrinas.
Pemkab Bogor bahkan mengusulkan agar pembangunan akses boulevard menuju kawasan tersebut dapat dimulai lebih awal melalui program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD).
Baca Juga: Sentul Tower Apartment Padukan Lomba Digital dan Permainan Tradisional saat HUT Ke-81 RI
Usulan tersebut sebelumnya disampaikan Bupati Bogor Rudy Susmanto sebagai salah satu langkah untuk mempercepat kesiapan akses menuju kawasan olahraga nasional.
“Pak Bupati kemarin menyarankan itu. Hanya kalau di kementerian pasti mereka lapor dulu ke pimpinan. Itu belum ada jawaban ke kita,” ujar Ajat.
Dibangun di Lahan 500 Hektare
Kawasan sport center nasional di Rancabungur direncanakan memiliki luas sekitar 500 hektare. Sementara itu, keseluruhan kawasan pengembangan yang mencakup fasilitas Kementerian Pertahanan diproyeksikan mencapai sekitar 750 hektare dan berada di wilayah Rancabungur serta sebagian Rumpin.
Kementerian Pemuda dan Olahraga menyebut pembangunan Akademi Olahraga Nasional dan Pusat Pelatihan Tim Nasional membutuhkan anggaran sekitar Rp5 triliun.
Baca Juga: Masuk Desil 1 Sampai 4 Belum Tentu Aman, Transaksi Judol Buat Banyak KPM di Bogor Gagal Dapat Bansos
Pembangunan fisik ditargetkan mulai berlangsung pada 2027 hingga 2028, dengan seluruh fasilitas diharapkan dapat rampung pada awal 2029.
Tidak hanya menyediakan venue latihan, kawasan tersebut juga dirancang sebagai ekosistem pembinaan atlet nasional. Fasilitas yang disiapkan antara lain sekolah khusus atlet jenjang SD hingga SMA, pusat penelitian olahraga, asrama, serta sarana latihan untuk 21 cabang olahraga unggulan nasional.
Dengan pembangunan akses jalan baru tersebut, kehadiran sport center nasional diharapkan sekaligus menjadi pemicu terbukanya konektivitas dan pertumbuhan kawasan Bogor Barat. ***



