POJOKBOGOR.id - Tumpukan sampah di kawasan Galuga, Kabupaten Bogor, mulai diarahkan untuk memiliki fungsi baru sebagai sumber energi.

Melalui pembangunan Pengolahan Sampah Menjadi Energi Listrik (PSEL) Bogor Raya 1, sebanyak 1.500 ton sampah per hari ditargetkan dapat diproses menjadi energi listrik.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Bogor Teguh Mulya menyampaikan hal tersebut saat groundbreaking PSEL Bogor Raya 1 di kawasan Galuga, Kamis (17/9/2026).

Baca Juga: Rudy Susmanto Bicara Masa Depan Bogor Barat: Gunungan Sampah Galuga Ditargetkan Berubah

Menurut Teguh, volume sampah yang menjadi bahan baku PSEL akan dibagi antara Kabupaten dan Kota Bogor. Dari total 1.500 ton per hari, sekitar 1.000 ton berasal dari Kabupaten Bogor, sedangkan 500 ton lainnya berasal dari Kota Bogor.

“Ke depan pengolahan sampah yang kita selesaikan atau yang kita olah menjadi energi listrik itu totalnya 1.500 ton. 1.500 ton itu 1.000 ton dari Kabupaten Bogor dan 500 ton dari Kota Bogor per hari,” kata Teguh Mulya, Kamis (17/9/2026).

Dari kapasitas pengolahan tersebut, PSEL diproyeksikan menghasilkan energi listrik antara 15 hingga 40 megawatt (MW). Listrik yang dihasilkan nantinya masuk dalam mekanisme penyaluran melalui PLN.

Baca Juga: Pasar Rumah dan Apartemen Lesu, Properti1.com Gratiskan Listing

“Jadi, 1.500 ton tadi per hari akan menghasilkan listrik 15 sampai dengan 40 MW,” ujar Teguh.

Teguh juga menyebut energi yang dihasilkan secara teoritis dapat mencukupi kebutuhan listrik sekitar 100 ribu rumah.

“Dampaknya itu adalah untuk 100 ribu rumah bisa teraliri listrik melalui mekanisme PSEL ini,” lanjutnya.

Pada hari yang sama, Danantara juga menyampaikan bahwa PSEL Bogor Raya 1 diproyeksikan dapat memasok energi hijau untuk lebih dari 100 ribu rumah di wilayah Bogor Raya. Proyek tersebut ditargetkan mengolah lebih dari 500 ribu ton sampah per tahun.

Baca Juga: Tak Hanya Jadi Listrik, Timbunan Sampah 34 Tahun di Galuga Bakal Diproses Jadi Bahan Bakar

Namun, fungsi PSEL tidak hanya berkaitan dengan produksi listrik. Kehadiran fasilitas tersebut juga diarahkan untuk mengubah pola pengelolaan sampah di kawasan Galuga, dari sekadar menampung menjadi mengolah.

Sampah yang masuk setiap hari akan menjadi salah satu bahan baku utama. Di sisi lain, timbunan sampah lama yang sudah berada di kawasan Galuga juga masuk dalam rencana penanganan secara bertahap.

Dengan skema tersebut, PSEL diharapkan tidak hanya menghasilkan energi, tetapi juga membantu mengurangi persoalan timbunan sampah yang selama ini menjadi masalah di kawasan Galuga.

Baca Juga: Rudy Susmanto Ungkap PSEL Galuga Belum Bisa Tuntaskan Seluruh Sampah Bogor

Teguh menyebut pembangunan fasilitas tersebut sebagai salah satu harapan baru dalam penanganan sampah di Kabupaten Bogor.

“Tentunya ke depan PSEL ini harapan baru kita dalam penyelesaian sampah di Kabupaten Bogor dan mungkin juga kawasan ini akan menjadi semacam kawasan taman inovasi pengolahan sampah,” kata Teguh.

PSEL Bogor Raya 1 sendiri memiliki nilai investasi sekitar Rp2,8 triliun dan ditargetkan mengolah lebih dari 500 ribu ton sampah per tahun. Proyek tersebut juga diproyeksikan mengurangi kebutuhan lahan TPA sekitar 80 persen.