POJOKBOGOR.ID – Tradisi Tunjangan Hari Raya (THR) saat Lebaran selama ini identik dengan anak-anak atau remaja yang menerima amplop dari orang tua maupun kerabat.
Namun memasuki Lebaran 2026, fenomena baru mulai terlihat di tengah masyarakat Indonesia Generasi Z kini mulai menjadi pemberi THR.
Generasi yang lahir sekitar tahun 1997 hingga 2012 ini kini sebagian besar telah memasuki dunia kerja, memiliki penghasilan sendiri, bahkan banyak yang telah membangun usaha sejak usia muda.
Kondisi ini membuat peran mereka dalam tradisi Lebaran perlahan berubah.
Jika sebelumnya Gen Z identik sebagai penerima amplop Lebaran, kini mereka mulai mengambil peran baru: memberikan THR kepada adik, keponakan, hingga orang tua.
Fenomena ini menjadi bagian dari perubahan sosial yang cukup menarik dalam tradisi Lebaran di Indonesia.
Gen Z Mulai Mandiri Secara Finansial
Seiring bertambahnya usia, banyak anggota Gen Z yang kini sudah bekerja di berbagai sektor, mulai dari perusahaan, startup digital, industri kreatif, hingga menjadi freelancer.
Bahkan sebagian di antaranya sukses menjalankan bisnis online, menjadi kreator konten, atau bekerja di bidang digital yang berkembang pesat dalam beberapa tahun terakhir.
Kemandirian finansial inilah yang membuat Gen Z mulai ikut berkontribusi dalam tradisi keluarga saat Lebaran.
Bagi sebagian anak muda, memberikan THR bukan hanya sekadar tradisi, tetapi juga bentuk rasa syukur dan kepedulian kepada keluarga.
“Sekarang rasanya beda. Dulu kita yang menunggu amplop Lebaran, sekarang justru kita yang menyiapkan amplop untuk adik dan keponakan,” ujar seorang pekerja muda di Jakarta.
Tradisi Lama dengan Sentuhan Generasi Baru
Tradisi THR sendiri sudah menjadi bagian tak terpisahkan dari budaya Lebaran di Indonesia sejak lama.
Biasanya orang yang lebih tua atau yang sudah memiliki penghasilan memberikan uang kepada anak-anak.
Namun dengan semakin banyaknya anak muda yang sudah bekerja sejak usia awal 20-an, peran dalam tradisi tersebut juga mengalami pergeseran.
Gen Z dikenal sebagai generasi yang cepat beradaptasi dengan teknologi dan perubahan zaman.
Namun dalam hal tradisi keluarga, banyak dari mereka tetap mempertahankan nilai-nilai kebersamaan yang sudah lama ada.
Memberikan THR menjadi salah satu cara untuk menjaga tradisi tersebut.
Lebaran Jadi Momen Berbagi
Lebaran memang selalu identik dengan momen berbagi.
Tidak hanya berbagi makanan atau kebahagiaan, tetapi juga berbagi rezeki.
Baca Juga: Diliburkan Jelang Lebaran, Sopir Angkot Puncak Bogor Bakal Dapat Kompensasi Rp200 Ribu per Hari
Dalam banyak keluarga, pemberian THR menjadi simbol kebahagiaan sekaligus bentuk perhatian kepada anggota keluarga yang lebih muda.
Kini, Gen Z mulai mengambil bagian dalam tradisi tersebut.
Meski nominal yang diberikan mungkin tidak sebesar generasi sebelumnya, namun makna di baliknya tetap sama: berbagi kebahagiaan saat hari kemenangan.
Tren Amplop THR Anak Muda
Menariknya, gaya Gen Z dalam memberikan THR juga sering kali berbeda dengan generasi sebelumnya.
Sebagian memilih amplop dengan desain unik, sebagian lainnya bahkan menggunakan transfer digital atau dompet elektronik untuk memberikan THR.
Fenomena ini menunjukkan bagaimana tradisi lama bisa beradaptasi dengan perkembangan teknologi.
Bagi generasi muda, memberikan THR lewat aplikasi pembayaran digital juga dinilai lebih praktis, terutama jika anggota keluarga tidak bisa bertemu langsung saat Lebaran.
Namun begitu, banyak juga yang tetap mempertahankan tradisi amplop fisik karena dianggap lebih berkesan.
Media Sosial Ikut Mempopulerkan Tren
Fenomena Gen Z bagi-bagi THR juga semakin ramai dibicarakan di media sosial.
Di berbagai platform seperti TikTok dan Instagram, banyak anak muda yang membagikan pengalaman pertama mereka memberi THR kepada keluarga.
Konten semacam ini sering mendapat respons positif karena dianggap relatable dengan kehidupan banyak anak muda yang mulai memasuki fase dewasa.
Tidak sedikit pula yang membuat konten humor tentang “transisi hidup” dari penerima THR menjadi pemberi THR.
Simbol Kedewasaan Finansial
Bagi sebagian Gen Z, momen memberikan THR pertama kali menjadi pengalaman yang cukup berkesan.
Baca Juga: Prediksi CPNS 2026 Menguat! Daftar Kementerian Sepi Peminat Ini Bisa Jadi Peluang Lolos Lebih Besar
Hal tersebut sering dianggap sebagai tanda bahwa mereka sudah memasuki fase kehidupan yang lebih dewasa, khususnya dalam hal keuangan.
Memberikan THR kepada orang tua atau adik juga sering dimaknai sebagai bentuk terima kasih atas dukungan keluarga selama ini.
Meski sederhana, amplop THR sering kali membawa makna emosional yang cukup besar dalam hubungan keluarga.
Tradisi yang Terus Berkembang
Tradisi Lebaran di Indonesia memang selalu berkembang seiring perubahan zaman.
Namun nilai utama seperti kebersamaan, silaturahmi, dan berbagi tetap menjadi inti perayaan.
Kini dengan hadirnya generasi baru yang sudah mulai mandiri secara finansial, tradisi berbagi THR pun mengalami adaptasi.
Gen Z yang dulu dikenal sebagai generasi penerima amplop Lebaran kini perlahan berubah menjadi generasi pemberi.
Lebaran 2026 pun menjadi salah satu momen yang menandai perubahan kecil namun bermakna dalam tradisi keluarga di Indonesia.
Dan mungkin saja, dalam beberapa tahun ke depan, fenomena Gen Z bagi-bagi THR akan menjadi hal yang semakin umum terjadi di setiap perayaan Idulfitri.***




