BOGOR.POJOKSATU.id - Pemerintah Indonesia menyatakan bahwa pembahasan terkait keterlibatan dalam mekanisme internasional Board of Peace (BoP) untuk sementara waktu ditunda.
Keputusan ini diambil menyusul meningkatnya dinamika geopolitik global, khususnya situasi konflik yang melibatkan Amerika Serikat, Israel, dan Iran di kawasan Timur Tengah.
Juru Bicara Kementerian Luar Negeri, Yvonne Mewengkang, menjelaskan bahwa saat ini pemerintah lebih memprioritaskan perlindungan warga negara Indonesia (WNI) yang berada di wilayah yang terdampak konflik.
Menurutnya, keselamatan WNI menjadi fokus utama pemerintah di tengah situasi yang semakin tidak menentu.
“Prioritas pemerintah saat ini adalah memastikan serta melindungi keselamatan warga negara Indonesia yang berada di wilayah konflik,” ujar Yvonne Mewengkang.
Di sisi lain, Presiden Prabowo Subianto menyampaikan bahwa Indonesia berpotensi menarik diri dari mekanisme Board of Peace apabila keberadaannya dinilai tidak sejalan dengan kepentingan nasional.
Prabowo menegaskan bahwa setiap keputusan terkait keterlibatan Indonesia dalam forum atau mekanisme internasional akan selalu mempertimbangkan kepentingan bangsa.
“Pemerintah akan selalu mempertimbangkan kepentingan nasional dalam setiap langkah kebijakan luar negeri,” kata Prabowo.
Penundaan pembahasan ini menunjukkan sikap kehati-hatian pemerintah dalam menghadapi situasi geopolitik yang berkembang cepat.
Sekaligus memastikan bahwa kebijakan yang diambil tetap mengutamakan kepentingan dan keselamatan warga negara Indonesia. ***



