BOGOR.POJOKSATU.id - Sejumlah keluarga penerima manfaat atau KPM melaporkan adanya saldo bantuan yang masuk ke rekening bansos pada 27 hingga 28 Juli 2026.

Nominal yang terpantau beragam, mulai dari Rp600 ribu, Rp750 ribu, Rp975 ribu, hingga sekitar Rp1,1 juta.

Namun, dana tersebut disebut bukan pencairan PKH maupun BPNT tahap ketiga untuk alokasi Juli, Agustus, dan September 2026.

Saldo yang masuk diduga merupakan pencairan susulan tahap kedua, terutama bagi KPM yang baru menerima kartu keluarga sejahtera atau KKS pada Mei dan Juni 2026.

Pada 27 Juli, sejumlah penerima dilaporkan memperoleh saldo BPNT sebesar Rp600 ribu. Sementara sehari berikutnya, terdapat laporan masuknya bantuan PKH dengan nominal yang berbeda-beda.

Perbedaan nilai bantuan PKH dipengaruhi jumlah dan jenis komponen yang dimiliki setiap keluarga penerima. Komponen tersebut dapat berupa ibu hamil, anak usia dini, anak sekolah, penyandang disabilitas berat, maupun lanjut usia.

Nominal Rp750 ribu, misalnya, disebut dapat berkaitan dengan salah satu komponen ibu hamil atau anak usia dini. Namun, kepastian nilai tetap harus dilihat melalui data resmi masing-masing penerima.

Masyarakat diminta tidak langsung menganggap setiap saldo yang masuk sebagai pencairan tahap ketiga. Informasi yang tidak lengkap berpotensi menimbulkan salah paham di kalangan penerima bantuan.

KPM dapat memastikan periode bantuan melalui struk penarikan, informasi pendamping sosial, atau keterangan dari bank penyalur.

Penerima juga diimbau tidak mengunggah foto kartu KKS, nomor rekening, maupun bukti transaksi yang menampilkan data pribadi secara terbuka.

Sementara itu, proses penyaluran PKH dan BPNT tahap ketiga masih dilaporkan berada dalam tahapan administrasi. Belum ada pengumuman resmi bahwa pencairan tahap ketiga telah dilakukan serentak.***