BOGOR.POJOKSATU.id - Pemutakhiran Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN) membuka akses bantuan sosial bagi jutaan keluarga yang sebelumnya belum tercatat sebagai penerima.

Kementerian Sosial mencatat sebanyak 4.330.417 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) baru pada kelompok desil 1 hingga 4 telah masuk sebagai penerima bansos setelah dilakukan pembaruan data.

Namun perlu dicatat, angka 4,3 juta tersebut bukan jumlah penerima baru yang seluruhnya akan mulai mendapatkan bantuan pada Oktober 2026.

Jumlah tersebut merupakan akumulasi KPM baru sejak DTSEN digunakan sebagai basis penyaluran bansos mulai Triwulan II 2025.

“Sudah ada 4.330.417 keluarga penerima manfaat yang baru. Ini perlu saya sampaikan sebab banyak masyarakat yang belum mendapatkan informasi bahwa perbaikan data itu sangat membantu kami menyalurkan bantuan sosial lebih tepat sasaran,” kata Menteri Sosial Saifullah Yusuf.

Pemutakhiran penerima dilakukan secara berkala karena kondisi sosial dan ekonomi masyarakat dapat berubah.

Kemensos menyebut perbaikan data penerima dilakukan setiap periode penyaluran, termasuk untuk Program Keluarga Harapan (PKH), bantuan sembako atau BPNT, serta Penerima Bantuan Iuran Jaminan Kesehatan.

Memasuki Oktober 2026, PKH dan BPNT memasuki periode penyaluran tahap keempat yang mencakup alokasi Oktober, November, dan Desember.

Masyarakat yang sebelumnya menerima bantuan tetap disarankan melakukan pengecekan status karena daftar penerima dapat mengalami perubahan setelah pemutakhiran DTSEN.

Status penerima dapat diperiksa melalui kanal resmi Cek Bansos Kementerian Sosial.

Karena itu, masyarakat sebaiknya tidak hanya mengandalkan status penerimaan pada tahap sebelumnya. Nama penerima pada periode terbaru tetap mengikuti hasil verifikasi serta pemutakhiran data pemerintah.