BOGOR.POJOKSATU.id – Sejumlah keluarga penerima manfaat atau KPM kembali melaporkan adanya saldo bantuan sosial yang masuk ke Kartu Keluarga Sejahtera (KKS) pada September 2026.

Pencairan yang dilaporkan kali ini berkaitan dengan Program Keluarga Harapan (PKH) hasil validasi dan sejumlah pemegang kartu KKS baru.

Berdasarkan laporan KPM yang beredar hingga Rabu, 9 September 2026, penyaluran antara lain terpantau melalui Bank Mandiri dan Bank BNI.

Nominal yang diterima setiap KPM tidak sama karena disesuaikan dengan komponen PKH yang dimiliki masing-masing keluarga.

Salah seorang KPM misalnya melaporkan menerima saldo sebesar Rp975.000 dengan komponen satu anak sekolah dasar dan satu anak usia balita.

KPM lainnya mengaku menerima Rp750.000 untuk komponen balita.

Ada pula laporan pencairan sebesar Rp1.125.000 hingga Rp1.500.000 melalui KKS.

Namun perlu dipahami, nominal tersebut merupakan contoh laporan pencairan dari sejumlah penerima, bukan berarti seluruh pemegang KKS akan mendapatkan jumlah yang sama.

Besaran bantuan PKH bergantung pada hasil validasi, komponen keluarga, status kepesertaan, hingga data penerima yang ditetapkan pemerintah.

Pencairan juga dilakukan secara bertahap sehingga waktu masuknya saldo dapat berbeda antara satu KPM dengan KPM lainnya.

Artinya, KPM yang belum menerima saldo tidak otomatis dinyatakan gagal mendapatkan bantuan.

Masyarakat disarankan melakukan pengecekan secara berkala dan tidak terlalu sering mendatangi ATM atau agen bank hanya untuk mengecek saldo.

Bagi KPM yang memiliki akses mobile banking dari bank penyalur, fasilitas tersebut dapat digunakan untuk memantau mutasi dan saldo rekening.

Namun jangan pernah memberikan PIN, kode OTP, password mobile banking maupun data rahasia lainnya kepada pihak yang mengaku bisa membantu mencairkan bansos.

Penyaluran PKH dan BPNT hasil validasi masih berlangsung secara bertahap.

KPM yang belum mendapatkan pencairan disarankan menunggu proses penyaluran dan memantau status kepesertaan melalui kanal resmi pemerintah. ***