BOGOR.POJOKSATU.id – Warga Indonesia berusia 17 tahun ke atas bersiap memasuki sistem baru layanan keuangan pemerintah.

Pemerintah tengah menyiapkan program pembukaan rekening secara massal bagi masyarakat dengan saldo awal Rp50.000.

Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan menyebut program tersebut ditargetkan mulai berjalan pada Oktober 2026. Rekening baru direncanakan dibuka melalui Bank Rakyat Indonesia (BRI).

Menurut Zulhas, rekening tersebut nantinya dapat menjadi sarana penyaluran berbagai program pemerintah, mulai dari bantuan pangan, bantuan tunai, beasiswa hingga Program Keluarga Harapan (PKH).

Sementara itu, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengungkapkan pemerintah menyiapkan skema pembukaan rekening untuk lebih dari 200 juta masyarakat.

Setiap rekening direncanakan memperoleh dana pembukaan sebesar Rp50.000.

Jika menjangkau sekitar 200 juta penduduk, kebutuhan anggarannya diperkirakan mencapai sekitar Rp11 triliun. Pemerintah juga mempertimbangkan pembukaan rekening melalui BRI dan Bank Syariah Indonesia (BSI).

Data kependudukan dari Dukcapil nantinya menjadi salah satu basis yang disiapkan untuk mendukung program tersebut.

Meski demikian, masyarakat perlu memahami bahwa skema tersebut masih dalam tahap finalisasi.

Airlangga mengatakan mekanisme pelaksanaan masih dibahas bersama Bank Indonesia dan Otoritas Jasa Keuangan.

Menteri Keuangan juga sebelumnya menyampaikan bahwa angka anggaran Rp11 triliun belum ditetapkan secara final.

Dengan demikian, narasi bahwa setiap warga yang membuat KTP hari ini otomatis langsung menerima rekening berisi Rp50.000 belum tepat.

Yang sudah disampaikan pemerintah adalah rencana pembukaan rekening massal bagi masyarakat berusia 17 tahun ke atas yang ditargetkan mulai bergulir Oktober 2026.

Program ini diproyeksikan bukan hanya memperluas kepemilikan rekening, tetapi juga membangun satu jalur penyaluran berbagai bantuan pemerintah langsung kepada masyarakat. ***