POJOKBOGOR.ID - PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) menyatakan kesiapan penuh menghadapi arus mudik 2026 di wilayah Kepulauan Riau (Kepri).
Lonjakan penumpang angkutan laut diprediksi meningkat hingga 15 persen dibandingkan periode mudik tahun sebelumnya, sehingga penguatan armada dan layanan pelabuhan menjadi fokus utama.
Dua pelabuhan strategis, yakni Pelabuhan Telaga Punggur di Batam dan Pelabuhan Tanjung Uban di Bintan, menjadi titik utama operasional penyeberangan selama periode mudik.
Kedua pelabuhan tersebut diperkirakan mengalami peningkatan mobilitas penumpang dan kendaraan yang signifikan.
Baca Juga: THR ASN Kotim Cair 16 Maret 2026, Pemkab Siapkan Anggaran Rp35 Miliar, Ini Penjelasannya
ASDP menyiapkan berbagai langkah antisipasi guna memastikan perjalanan mudik berlangsung aman, nyaman, dan lancar.
Salah satu strategi utama adalah menambah kesiapan armada kapal yang beroperasi di lintasan utama antarwilayah Kepulauan Riau.
Sejumlah kapal ferry telah disiagakan untuk memperkuat layanan penyeberangan, di antaranya KMP Barau, KMP Tanjung Burang, KMP Mulia Nusantara, KMP Niaga Ferry II, KMP Lome, KMP Sembilang, KMP Satria Pratama, KMP Senangin, KMP Teluk Singkil, serta KMP Bahtera Nusantara 01 dan 03.
Penguatan armada ini dilakukan untuk mengantisipasi kepadatan penumpang sekaligus menjaga jadwal pelayaran tetap stabil selama puncak arus mudik dan arus balik.
Baca Juga: Mudik Gratis PKB 2026 Dibuka! Berangkat 15 Maret dari Kantor DPP PKB, Ini Daftar Kota Tujuannya
Manajemen ASDP menjelaskan bahwa wilayah Kepulauan Riau memiliki karakteristik transportasi berbeda dibandingkan daerah lain karena ketergantungan tinggi terhadap moda transportasi laut.
Oleh karena itu, kesiapan armada menjadi faktor krusial dalam menjamin kelancaran mobilitas masyarakat.
Selain penambahan kapal, ASDP juga meningkatkan koordinasi dengan otoritas pelabuhan, pemerintah daerah, serta aparat keamanan guna mengatur arus kendaraan dan penumpang di area pelabuhan.
Pelabuhan Telaga Punggur diprediksi menjadi titik keberangkatan tersibuk karena menjadi penghubung utama Batam dengan wilayah sekitar.
Sementara Pelabuhan Tanjung Uban berperan penting sebagai simpul distribusi penumpang menuju berbagai pulau di kawasan Bintan dan sekitarnya.
ASDP turut memperkuat sistem pelayanan tiket dan manajemen antrean guna mengurangi penumpukan penumpang.
Digitalisasi layanan menjadi salah satu langkah untuk mempercepat proses boarding sekaligus meningkatkan kenyamanan pengguna jasa.
Selain itu, aspek keselamatan pelayaran menjadi prioritas utama.
Seluruh kapal yang beroperasi telah menjalani pemeriksaan kelayakan operasional, termasuk pengecekan mesin, alat keselamatan, serta kesiapan kru kapal.
Peningkatan jumlah penumpang diperkirakan dipicu oleh tingginya mobilitas masyarakat yang ingin merayakan momen mudik bersama keluarga setelah aktivitas ekonomi kembali stabil.
Kepulauan Riau yang terdiri dari banyak pulau menjadikan transportasi laut sebagai tulang punggung perjalanan masyarakat.
Baca Juga: Jangan Sampai Salah! Ini Cara Balik Nama Sertifikat Tanah Agar Resmi Jadi Milik Anda
ASDP juga mengimbau masyarakat untuk merencanakan perjalanan lebih awal serta membeli tiket melalui kanal resmi guna menghindari antrean panjang di pelabuhan.
Dengan prediksi kenaikan trafik hingga 15 persen, kesiapan operasional yang matang diharapkan mampu menjaga kelancaran arus mudik 2026 tanpa gangguan berarti.
Ke depan, ASDP berkomitmen terus meningkatkan kualitas layanan transportasi penyeberangan sebagai bagian dari dukungan terhadap konektivitas antarwilayah kepulauan di Indonesia.
Kesiapan armada dan pelabuhan di Kepulauan Riau menjadi bukti bahwa transportasi laut tetap memegang peran vital dalam mendukung mobilitas masyarakat sekaligus memperkuat konektivitas nasional selama periode mudik.***




