KORAN GALA - Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Provinsi Jawa Barat pada tahun 2025 menunjukkan tren positif.

Berdasarkan data terbaru, IPM Jabar berhasil mencapai angka 75,9, meningkat dibandingkan tahun sebelumnya.

Kenaikan ini menjadi sinyal bahwa kualitas hidup masyarakat di Jawa Barat terus membaik.

Meski tidak melonjak drastis, peningkatan ini tetap penting karena mencerminkan kemajuan di sektor pendidikan, kesehatan, dan ekonomi.

Baca Juga: Wajib Tahu Sebelum Berobat! Ini Daftar Penyakit dan Layanan yang Tidak Ditanggung BPJS Kesehatan

IPM merupakan indikator yang digunakan untuk mengukur kualitas hidup manusia. Nilainya dihitung dari tiga komponen utama, yaitu:

1. Harapan hidup (kesehatan)

2. Rata-rata lama sekolah dan harapan lama sekolah (pendidikan)

3. Pengeluaran per kapita (standar hidup layak)

Dengan kata lain, IPM tidak hanya bicara soal ekonomi, tetapi juga menyangkut kualitas sumber daya manusia secara keseluruhan.

Baca Juga: Ramai Dibahas! Verifikasi Wajah untuk SIM Card, Wajib atau Tidak? Ini Penjelasan Lengkapnya!

Nah, ketika IPM naik, itu berarti ada perbaikan di berbagai sektor tersebut.

Faktor Pendorong Kenaikan IPM Jabar

Kenaikan IPM Jawa Barat ke angka 75,9 tentu tidak terjadi begitu saja. Ada beberapa faktor yang mendorong peningkatan ini.

Pertama, sektor pendidikan yang terus berkembang. Akses pendidikan yang semakin luas, termasuk program bantuan pendidikan, ikut meningkatkan rata-rata lama sekolah masyarakat.

Kedua, peningkatan layanan kesehatan. Fasilitas kesehatan yang semakin merata serta program jaminan kesehatan turut mendorong angka harapan hidup.

Baca Juga: Heboh Tunjangan Sertifikasi Guru Disebut Naik 25 Persen, Ternyata Ini Penjelasan Lengkapnya dan Siapa Saja yang Sebenarnya Terdampak

Ketiga, pertumbuhan ekonomi daerah. Meski menghadapi berbagai tantangan, daya beli masyarakat Jawa Barat relatif stabil dan terus menunjukkan perbaikan.

Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Jawa Barat, Dedi Mulyadi, menjelaskan bahwa kenaikan IPM 2025 ditopang oleh perbaikan di seluruh dimensi utama, yakni kesehatan, pendidikan, dan standar hidup layak.

Dari sisi kesehatan, capaian cukup signifikan terlihat dari turunnya angka kematian balita menjadi 6,67 per 1.000 kelahiran hidup.

Di saat yang sama, usia harapan hidup masyarakat Jawa Barat meningkat menjadi 75,53 tahun, yang mencerminkan peningkatan kualitas layanan kesehatan serta kesejahteraan masyarakat.

Pada sektor pendidikan, indikator juga menunjukkan tren positif.

Harapan lama sekolah meningkat menjadi 13,02 tahun, sementara rata-rata lama sekolah mencapai 9,46 tahun.

Angka ini melampaui target 2025 sebesar 9,35 tahun dan naik dibandingkan tahun sebelumnya yang berada di angka 9,24 tahun.

Untuk mendukung capaian tersebut, pemerintah daerah menggulirkan berbagai program strategis.

Melalui Bantuan Operasional Pendidikan Daerah (BOPD), dukungan diberikan kepada lebih dari 954 ribu siswa tingkat SMA, SMK, dan SLB.

Baca Juga: Ketua DPRD Sastra Winara Minta Pemkab Bogor Tambah Rumah Sakit Milik Daerah

Selain itu, Bantuan Pendidikan Menengah Universal (BPMU) juga disalurkan kepada lebih dari 948 ribu siswa sebagai upaya menjaga akses pendidikan tetap terbuka dan menekan angka putus sekolah.

Intervensi tambahan dilakukan lewat Beasiswa Personal Pancawaluya yang menyasar lebih dari 9 ribu siswa dari keluarga kurang mampu.

Tak hanya itu, penguatan juga dilakukan pada sisi operasional sekolah melalui Bantuan Operasional Satuan Pendidikan (BOSP) yang menjangkau ribuan sekolah di Jabar.

Dari aspek infrastruktur, pemerintah daerah turut membangun 11 unit sekolah baru, 722 ruang kelas dan ruang praktik, serta melakukan rehabilitasi ratusan ruang kelas.

Baca Juga: Dipungut Rp2 Ribu Rupiah Tapi Kondisi Toilet Stadion Pakansari Bogor Dinilai Jorok Parah!

Dukungan lain juga diberikan berupa penyediaan meubelair di ratusan sekolah dan pembangunan 290 unit toilet guna meningkatkan kualitas sanitasi lingkungan pendidikan.

Posisi Jawa Barat Secara Nasional

Dengan capaian 75,9, Jawa Barat masuk dalam kategori IPM tinggi.

Namun, jika dibandingkan dengan beberapa provinsi lain, Jabar masih memiliki ruang untuk meningkatkan posisinya.

Baca Juga: Pabrik Terpal di Gunungputri Kebakaran, Damkar Berjuang 7 Jam Sampai Kehabisan Tenaga

Beberapa daerah di Indonesia bahkan sudah mencapai kategori sangat tinggi yang artinya, persaingan dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat masih cukup ketat.

IPM Jawa Barat 2025 yang mencapai 75,9 menjadi indikator penting kemajuan daerah yang mencerminkan perbaikan di sektor pendidikan, kesehatan, dan ekonomi.***