BOGOR.POJOKSATU.id – Pemutakhiran data bantuan sosial membawa kabar baru bagi jutaan keluarga di Indonesia yang sebelumnya belum pernah mendapatkan bantuan pemerintah.
Kementerian Sosial mencatat sebanyak 4.330.417 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) baru dari kelompok desil 1 sampai 4 telah masuk sebagai penerima bansos sejak pemerintah menggunakan Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN).
Menteri Sosial Saifullah Yusuf mengatakan perubahan tersebut merupakan hasil pembaruan dan konsolidasi data penerima yang dilakukan secara berkala.
“Sudah ada 4.330.417 keluarga penerima manfaat yang baru,” kata Gus Ipul.
Namun, angka 4,33 juta tersebut perlu dipahami dengan benar.
Jumlah itu bukan berarti 4,33 juta keluarga baru sekaligus menerima bansos pada September 2026.
Angka tersebut merupakan akumulasi sejak DTSEN mulai digunakan untuk penyaluran bansos pada Triwulan II 2025.
Pada Triwulan II 2025 tercatat 1.379.043 KPM baru. Kemudian Triwulan III 2025 sebanyak 1.696.007 KPM, Triwulan I 2026 mencapai 1.179.506 KPM, Triwulan II 2026 sebanyak 56.276 KPM, serta Triwulan III 2026 sekitar 19.585 KPM baru.
Perubahan data dilakukan karena kondisi ekonomi keluarga dapat berubah.
Ada penerima lama yang tidak lagi memenuhi kriteria, sementara masyarakat yang sebelumnya tidak mendapatkan bantuan dapat masuk setelah kondisi sosial ekonominya diverifikasi.
Pada 2026, penerima PKH dan Program Sembako difokuskan kepada masyarakat dalam kelompok desil 1 sampai 4.
Masyarakat dapat mengecek statusnya melalui laman resmi Cek Bansos Kemensos menggunakan 16 digit NIK sesuai KTP.
Sistem tersebut menggunakan DTSEN sebagai sumber data dan menampilkan kelompok desil kesejahteraan keluarga.
Jadi, warga yang sebelumnya tidak pernah mendapatkan PKH atau BPNT tidak ada salahnya mengecek kembali NIK karena data penerima terus diperbarui.***



