POJOKBOGOR.ID - Ada satu hal penting yang kadang tidak disadari oleh banyak guru setelah menerima Tunjangan Profesi Guru (TPG).
Banyak Bapak/Ibu yang langsung menarik seluruh dana dari rekening hingga saldo menjadi kosong.
Sekilas memang terlihat tidak masalah.
Namun ternyata kondisi ini bisa memicu persoalan lain yang cukup serius, yakni rekening menjadi tidak aktif.
Hal inilah yang sempat diingatkan oleh Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK). Jika rekening tidak aktif atau bermasalah, transfer tunjangan berikutnya bisa gagal dilakukan.
Karena itu, ada baiknya Bapak/Ibu guru mulai memperhatikan hal sederhana ini agar pencairan tunjangan tetap lancar ke depannya.
Rekening Kosong Bisa Membuat Status Tidak Aktif
Beberapa bank memiliki kebijakan bahwa rekening yang terlalu lama tidak memiliki saldo atau transaksi bisa berubah status menjadi dormant atau tidak aktif.
Baca Juga: DPRD Kota Bogor dan Disnaker Siapkan Posko Aduan THR, Karyawan Bisa Lapor Jika Tak Dibayar
Ketika rekening sudah tidak aktif, sistem perbankan biasanya akan menolak transaksi masuk maupun keluar sampai pemilik rekening melakukan aktivasi kembali.
Nah, dalam konteks pencairan tunjangan guru, kondisi ini tentu bisa menimbulkan masalah.
Jika pemerintah mentransfer dana TPG ke rekening yang tidak aktif, uang tersebut bisa saja gagal masuk dan kembali ke sistem pengirim.
Situasi seperti ini tentu akan memperlambat proses pencairan tunjangan.
Kasus Transfer Tunjangan Gagal Pernah Terjadi
Beberapa kasus menunjukkan bahwa kegagalan transfer tunjangan memang bisa terjadi akibat rekening yang tidak valid atau tidak aktif.
Selain rekening kosong terlalu lama, masalah lain juga bisa muncul jika:
1. Nomor rekening tidak sesuai data
2. Nama rekening berbeda dengan data penerima
3. Rekening sudah ditutup oleh bank
Hal-hal seperti ini sering kali baru disadari ketika proses transfer tunjangan sudah berjalan.
Padahal, jika dicek sejak awal, masalah tersebut sebenarnya bisa dicegah.
Guru Diminta Rutin Memastikan Rekening Tetap Aktif
Agar pencairan tunjangan tidak mengalami kendala, Bapak/Ibu guru disarankan untuk melakukan beberapa langkah sederhana.
Pertama, pastikan rekening yang digunakan untuk menerima tunjangan masih aktif dan dapat digunakan untuk transaksi.
Kedua, sebaiknya jangan membiarkan rekening dalam kondisi saldo nol terlalu lama. Menyisakan sedikit saldo bisa membantu menjaga rekening tetap aktif.
Ketiga, jika ada perubahan rekening, segera laporkan dan perbarui data pada sistem administrasi yang digunakan pemerintah.
Langkah-langkah kecil seperti ini sering dianggap sepele, padahal sangat berpengaruh pada kelancaran penyaluran tunjangan guru.
Pentingnya Pemutakhiran Data Guru
Selain rekening bank, Bapak/Ibu juga perlu memastikan bahwa data yang tercatat pada sistem pendidikan seperti Dapodik dan Info GTK sudah sesuai.
Pemutakhiran data menjadi salah satu syarat penting agar guru tetap tercatat sebagai penerima tunjangan.
Jika data tidak valid atau tidak diperbarui, proses verifikasi bisa terhambat dan berpengaruh pada pencairan tunjangan.
Karena itu, sambil menunggu kabar pencairan berikutnya, yuk sesekali cek kembali data dan status rekening.
Langkah kecil ini bisa membantu memastikan TPG dan tunjangan guru lainnya tetap masuk ke rekening tanpa kendala.***




