BOGOR.POJOKSATU.id — Transformasi penyaluran bantuan sosial menuju sistem digital disebut akan diperluas ke ratusan daerah di Indonesia.

Berdasarkan materi informasi bansos yang beredar, sebanyak 258 kabupaten dan kota disebut disiapkan untuk mengikuti uji coba bansos digital.

Pelaksanaan uji coba tersebut disebut direncanakan berlangsung secara serentak mulai Oktober.

Dalam materi tersebut, Badan Pusat Statistik (BPS), Kementerian Sosial dan sejumlah kementerian maupun lembaga lainnya disebut terlibat dalam persiapan sistem tersebut.

Namun, daftar lengkap 258 kabupaten dan kota yang dimaksud tidak tercantum dalam materi yang tersedia.

Karena itu, masyarakat perlu menunggu pengumuman resmi di daerah masing-masing untuk mengetahui apakah wilayahnya termasuk dalam lokasi uji coba.

Melalui penerapan bansos digital, masyarakat disebut akan menggunakan sistem Perlinsos yang terhubung dengan Identitas Kependudukan Digital atau IKD.

IKD berfungsi untuk memverifikasi identitas masyarakat saat mengakses portal.

Setelah berhasil masuk, masyarakat dapat memilih program bantuan sosial yang ingin diajukan, seperti PKH, BPNT, atau keduanya.

Sistem juga disebut akan menampilkan informasi kelayakan berdasarkan data administrasi.

Jika hasil yang ditampilkan tidak sesuai kondisi sebenarnya, masyarakat dapat mengajukan sanggahan dan melakukan pembaruan data melalui sistem yang terhubung dengan BPS.

Masyarakat juga disebut akan mendapatkan nomor registrasi setelah berhasil melakukan pengajuan.

Bagi warga yang mengalami kesulitan menggunakan layanan digital, materi tersebut menyebut proses pendaftaran dapat dibantu oleh pendamping sosial maupun petugas terkait.

Untuk itu, masyarakat sebaiknya tidak terburu-buru mengakses tautan yang beredar sebelum memastikan portal dan informasi yang digunakan berasal dari saluran resmi pemerintah. ***