POJOKBOGOR.ID - Teman-teman kabar terbaru nih buat kamu yang selama ini minder daftar CPNS gara-gara tinggi badan, sekarang waktunya buang jauh rasa itu.
Di CPNS 2026, tren formasi mulai berubah loh guys.
Banyak instansi yang tidak lagi menjadikan tinggi badan sebagai syarat utama.
Eh, pemerintah kini lebih fokus ke kemampuan teknis dan keahlian, bukan sekadar fisik.
Baca Juga: Cara Cek Hasil Sanggah CPNS di SSCASN, Ini Arti Status MS dan TMS serta Langkah Penting Setelahnya
Ini tentu jadi peluang besar buat banyak orang yang sebelumnya merasa tidak memenuhi syarat.
Formasi yang Tidak Fokus Syarat Fisik
Beberapa kementerian disebut-sebut mulai membuka banyak posisi tanpa syarat tinggi badan.
Jadi nih, misalnya di Kementerian Kelautan dan Perikanan KKP.
Ada juga, posisi Teknisi Akuakultur dan Teknisi Kesehatan Ikan yang lebih mengutamakan skill.
Baca Juga: Lombok Tengah Usulkan 63 Formasi CPNS, Meski Anggaran Terbatas 30 Persen, Ini Penjelasannya
Di Kemendikdasmen, ada juga formasi seperti Polisi Khusus Cagar Budaya dan Penata Pameran yang fokus pada ketelitian dan pengetahuan, bukan postur tubuh.
Lalu ya, Kementerian Perhubungan juga sediakan posisi seperti Personel Operasional Bandara dan Teknisi Menara Suar yang lebih fleksibel soal fisik.
Banyak Pilihan di Berbagai Instansi
Selain itu, Kementerian PUPR membuka peluang untuk Operator Alat Berat dan petugas sumber daya air.
Sementara di Otorita IKN, dibutuhkan tenaga seperti pengawas benih tanaman hingga pemadam kebakaran.
Eh menariknya, banyak posisi ini lebih menekankan kemampuan kerja di lapangan, sertifikasi, dan daya tahan tubuh dibanding tinggi badan.
Tetap Harus Cek Syarat Resmi
Meski tren mulai berubah, pelamar tetap harus teliti loh.
Setiap instansi punya aturan masing-masing yang bisa berbeda.
Karena itu, penting untuk selalu cek detail formasi di portal SSCASN agar tidak salah pilih.
Jangan sampai gagal hanya karena kurang teliti membaca syarat.
CPNS 2026 membuka peluang lebih luas bagi semua orang, termasuk yang terkendala tinggi badan.
Fokus seleksi kini bergeser ke kemampuan dan keahlian.
Tapi tetap, strategi dan persiapan matang jadi kunci utama lolos seleksi.***




