POJOKBOGOR.ID - Teman-teman kabar terbaru nih dari pemerintah Kabupaten Lombok Tengah kembali mengusulkan formasi Calon Pegawai Negeri Sipil CPNS ke pemerintah pusat.
Kali ini, sebanyak 63 formasi diajukan untuk mengisi kekosongan jabatan teknis yang dinilai sudah mendesak.
Nah gitu ya, langkah ini diambil meski kondisi anggaran daerah masih terbatas dan belanja pegawai belum ideal.
Fokus Isi Jabatan Penting
Sekretaris Daerah Lombok Tengah, Lalu Firman Wijaya, katakan kebutuhan pegawai saat ini tidak bisa ditunda lagi.
Baca Juga: Rekrutmen CPNS 2026 Segera Dibuka! Bea Cukai Sediakan 380 Formasi untuk Lulusan SMA, Catat Jadwalnya
Eh ternyata, ada beberapa sektor bahkan mengalami kekurangan tenaga cukup parah.
Jadi meski kekurangan anggaran atau tidak cukup, tapi tetep butuh.
Dikutip Lombok Post pada 10 April 2026, Firman Wijaya berkata demikian.
“Tantangan kita adalah belanja pegawai yang masih di atas 30 persen. Namun, ada kebutuhan jabatan yang sangat mendesak,” ujarnya.
Baca Juga: Nggak Kapok! PKL Alun-alun Kota Bogor Ketahuan Nyolong Listrik Lagi
Eh menariknya, formasi yang diusulkan mayoritas berasal dari sektor penting seperti kesehatan, teknis, dan hukum.
Tenaga Kesehatan dan Teknis Jadi Prioritas
Dalam usulannya, sektor kesehatan mendapat perhatian besar.
Oiya guys, posisi seperti dokter umum, dokter spesialis, hingga psikolog klinis sangat dibutuhkan.
Selain itu, sektor teknis juga masuk prioritas, seperti:
1. Tenaga kebencanaan
2. Analis hukum
Baca Juga: Heboh SK ASN Palsu Beredar! 9 Warga Gresik Jadi Korban, Begini Kronologinya
3. Tenaga pariwisata
4. Pengadaan barang dan jasa
Firman ungkapkan, kekurangan pegawai di bidang pengadaan cukup krusial.
Dari kebutuhan ideal 18 orang, saat ini hanya tersedia lima orang.
Baca Juga: Indonesia Naik Ranking Jadi Nomor 5 dengan Populasi LGBT Terbanyak di Dunia
“Bahkan untuk psikolog klinis, kita belum punya sama sekali,” tambahnya.
Terbentur Kebijakan dan Anggaran
Di sisi lain, kebijakan zero growth membuat daerah harus lebih selektif dalam mengajukan formasi CPNS.
Idealnya, Lombok Tengah membutuhkan 300 hingga 400 pegawai baru setiap tahun untuk mengganti ASN yang pensiun.
Namun ya, karena keterbatasan keuangan daerah, usulan hanya difokuskan pada kebutuhan paling mendesak.
“Seharusnya kalau mau zero growth, kita butuh ratusan CPNS. Tapi karena kondisi keuangan, kita prioritaskan yang penting dulu,” jelas Firman.
Jalan Tengah Pelayanan Publik
Usulan 63 formasi ini dianggap sebagai solusi tengah antara kebutuhan organisasi dan kemampuan anggaran daerah.
Intinya ya, pemerintah berharap, meski jumlahnya terbatas, pelayanan publik tetap bisa berjalan maksimal.
Baca Juga: Kulit Kusam Auto Glow? Ini Sheet Mask Pencerah yang Lagi Viral dan Banyak Dipakai Cewek Indonesia!
Jadi, pemkab Lombok Tengah memilih realistis dengan mengusulkan 63 formasi CPNS untuk posisi paling krusial.
Meski belum ideal, langkah ini diharapkan bisa menjaga kualitas pelayanan publik di tengah keterbatasan anggaran.***




