POJOKBOGOR.id – Rencana Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor mengganti Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) Paledang dengan pelican crossing menuai beragam tanggapan.

Di satu sisi, fasilitas baru ini dinilai lebih ramah bagi pejalan kaki, terutama lansia dan penyandang disabilitas.

Namun, di sisi lain, muncul kekhawatiran justru berpotensi memperparah kemacetan di kawasan padat seperti Jalan Merdeka, Jalan Kapten Muslihat, dan Jalan Mayor Oking.

Heri Cahyono, Ketua Komisi III DPRD Kota Bogor dari Fraksi Golkar, mengingatkan agar kebijakan ini tidak diputuskan secara terburu-buru.

Menurutnya, meski pelican crossing dinilai lebih inklusif, penerapannya harus dibarengi dengan manajemen lalu lintas yang matang.

"Tanpa pengaturan yang baik, pelican crossing justru bisa memicu kemacetan dan meningkatkan risiko kecelakaan akibat kendaraan yang berhenti mendadak," tegas Heri, Senin (5/5/2025).

Ia mendorong Pemkot untuk terlebih dahulu melakukan simulasi lalu lintas dan melibatkan masukan warga sebelum kebijakan ini dijalankan.

Menanggapi kritik tersebut, Wali Kota Bogor Dedie A. Rachim menegaskan bahwa rencana penggantian JPO Paledang telah melalui kajian teknis sejak 2023.

Konsep ini, menurutnya, mengadopsi sistem serupa yang sudah berjalan di kawasan Sudirman-Thamrin, Jakarta, dengan fokus pada keselamatan pejalan kaki.

"Kami ingin menghadirkan penyeberangan yang aman, nyaman, dan sesuai standar kota-kota modern," ujar Dedie.

Ia mengakui, JPO Paledang saat ini sudah tidak memenuhi standar keamanan dan kenyamanan.

Selain konstruksi tangga yang terlalu curam, lokasi itu kerap menjadi titik rawan kejahatan dan tempat mangkal pedagang kaki lima.

"Tahap awal akan kami mulai dengan penataan struktur, termasuk memangkas atap untuk menghilangkan kesan kumuh," jelasnya.

Pemkot Bogor memastikan seluruh proses penggantian akan dipantau ketat dengan tetap mengedepankan keselamatan pengguna jalan.

Namun, apakah solusi ini benar-benar mampu menjawab tantangan lalu lintas Bogor yang semakin padat? Jawabannya masih menunggu uji coba dan evaluasi mendalam.