POJOKSATU.id, BOGOR - Lembaga penelitian kebijakan dan opini publik Charta Politika Indonesia kembali merilis hasil survei terbaru calon Walikota Bogor 2024 pada Senin, 18 November 2024.

Survei kali ini diprediksi bakal sesuai dengan hasil Pilkada Kota Bogor nanti. Sebab, survei dilakukan menjelang hari pelaksanaan Pilkada yang berlangsung pada 27 November 2024.

Peneliti Charta Politika Indonesia, Ardha Ranadireksa, mengatakan elektabilitas calon Walikota dan Wakil Walikota Dedie A. Rachim – Jenal Mutaqin meraih 42.0 persen. Pasangan nomor urut 3 ini unggul dominan dari pasangan lain.

Baca Juga: BRI Bongkar Jebakan Pinjol dan Bantu Anak Muda Kelola Uang dengan Gaya Kekinian

Pasangan nomor urut 2, Atang Trisnanto – Annida Allivia berada di urutan kedua dengan perolehan 22.0%. Kemudian pasangan nomor urut 1 Sendi Ferdiansyah – Melli Darsa meraih 14.3%.

Sementara pasangan nomor urut 5, Raendi Rayendra – Eka Maulana memperoleh 13.0% dan pasangan nomor urut 4 Rena Da Frina – Teddy Risandi 4.5%.

Sebanyak 4.3% responden belum menentukan pilihan. Mereka menyatakan tidak tahu atau tidak menjawab siapa calon walikota dan wakil walikota yang akan dipilih nantinya.

Baca Juga: Perumda PPJ Kota Bogor Dapat Penghargaan Nasional, Bukti pelayanan Makin Oke!

"Tren elektabilitas pasangan Walikota – Wakil Walikota Bogor, Dedie A. Rachim – Jenal Mutaqin mengalami kenaikan 2.2%. Sementara itu pesaing terdekatnya pasangan Atang Trisnanto – Annida Allivia hanya mengalami kenaikan 0.2%," terang Ardha Ranadireksa.

"Jika dilihat secara tren dan selisih elektabilitas bisa disimpulkan Dedie Rachim – Jenal Mutaqin unggul dominan atas pasangan calon lainnya," tambah Ardha Ranadireksa.

Menurut Ardha, jika dilihat dari kemantapan pilihan, pemilih pasangan Dedie A. Rachim – Jenal Mutaqin yang menyatakan sudah mantap memilih 71 persen.

Baca Juga: Sebuah Granat Ditemukan di Tamansari Bogor

"Kemantapan pilihan pasangan Dedie Rachim – Jenal Mutaqin lebih tinggi dibandikan pasangan lainnya," jelas Ardha Ranadireksa.

Survei ini dilakukan pada tanggal 08 – 12 November 2024, melalui wawancara tatap muka secara langsung dengan menggunakan kuesioner terstruktur.

Jumlah sampel sebanyak 400 responden, yang tersebar di 6 Kecamatan di Kota Bogor.

Metodologi yang digunakan adalah metode acak bertingkat (multistage random sampling) dengan margin of error ± (4.9%) pada tingkat kepercayaan 95%. ***