POJOKSATU.id, BOGOR - Dedie A Rachim semakin kokoh di puncak sebagai calon Walikota Bogor yang berpeluang memenangkan Pilkada Kota Bogor 2024.

Berdasarkan survei yang dirilis Lembaga Penelitian Kebijakan dan Opini Publik, Charta Politika Indonesia, elektabilitas Dedie A Rachim 39,3 persen, mengungguli seluruh pesaingnya di Pilkada Kota Bogor 2024.

Tingkat keterpilihan Dedie Rachim konsisten di angka 35-40 persen sejak 2023 lalu. Dari beberapa kali survei, Dedie selalu berada di urutan pertama.

Baca Juga: Pj Bupati Bogor Tinjau Pembangunan Flyover Tenjo, Ditarget Rampung tahun ini

Begitu pun pada survei yang dilakukan Charta Politika pada September 2024, elektabilitas
calon Walikota Bogor nomor urut 3 itu mengungguli Atang Trisnanto yang berada pada posisi kedua dengan elektabilitas 21,8 persen.

Atang sendiri terus bekerja keras untuk mengejar ketertinggalannya dari Dedie Rachim. Elektabilitas calon Walikota Bogor nomor urut 2 ini pun melejit selama beberapa bulan terakhir.

Sebelumnya, elektabilitas Atang Trisnanto hanya 4,5 persen, kemudian naik menjadi 9 persen, lalu 13 persen dan terakhir 21,8 persen.

Baca Juga: Harmoni di Tengah Keberagaman, Dokter Rayendra dan Dialog Inspiratif Bersama Keuskupan Bogor

Posisi ketiga ditempati calon Walikota Bogor nomor urut 1, Sendi Fardiansyah dengan elektabilitas 13,5 persen.

Sementara posisi keempat ditempati oleh calon Walikota Bogor nomor urut 5, Dokter Raendi Rayendra dengan elektabilitas 9,8 persen.

Sedangkan calon Walikota Bogor nomor urut 4, Rena Da Frina berada di urutan terakhir dengan elektabilitas 4,0 persen.

Baca Juga: Eka Maulana Nostalgia di Layungsari, Mengingat Kenangan Manis Semasa Sekolah

Sebanyak 11,8 persen responden tidak menjawab atau belum menentukan pilihan siapa calon walikota yang akan mereka pilih dalam Pilkada Kota Bogor 2024.

Charta Politika mengatakan survei ini dilakukan pada 20-25 September 2024 dengan melibatkan 400 responden yang tersebar di enam kecamatan di Kota Bogor.

Metodologi yang digunakan adalah metode acak bertingkat (multistage random sampling) dengan margin of error 4,9% pada tingkat kepercayaan 95%.

"Survei dilakukan melalui wawancara tatap muka secara langsung dengan menggunakan kuesioner terstruktur," kata Peneliti Charta Politika Indonesia, Ardha Ranadireksa dalam rilisnya yang diterima Pojok Bogor, Selasa, 8 Oktober 2024.

Menurut Ardha Ranadireksa, pada survei ini didapatkan beberapa temuan menarik.

Pertama, pengetahuan masyarakat terhadap Pilkada Kota Bogor 2024 yang akan dilaksanakan pada 27 November 2024 berada pada angka 89 persen.

"Artinya cukup banyak yang mengetahui tentang pelaksanaan Pilkada serentak," jelas Ardha.

Kedua, animo responden terbilang sangat tinggi (92,0%) untuk mengikuti gelaran Pilkada Kota Bogor 2024. ***