POJOKSATU.id, BOGOR - Mayoritas warga Kota Bogor yang menjadi responden dalam survei Charta Politika Indonesia memilih calon Walikota Bogor 2024 karena berpengalaman di pemerintahan.
Dalam surveinya, Charta Politika menyodorkan lima nama calon walikota Bogor 2024 kepada responden, yakni:
1. Calon Walikota Bogor nomor urut 1, Sendi Fardiansyah
2. Calon Walikota Bogor nomor urut 2, Atang Trisnanto
3. Calon Walikota Bogor nomor urut 3, Dedie A Rachim
4. Calon Walikota Bogor nomor urut 4, Rena Da Frina
5. Calon Walikota Bogor nomor urut 5, Dokter Raendi Rayendra
Charta Politika kemudian menmberikan pertanyaan apa alasan respon memilih calon walikota Bogor 2024.
Sebanyak 16 persen responden menjawab mereka memilih calon Walikota Bogor 2024 karena berpengalaman di pemerintahan.
Alasan lainnya yakni perhatian pada rakyat (12,8%), sudah ada bukti nyata hasil kerjanya (8,3%), belum tahu calon lain (7,3%).
Sebanyak 10 persen responden menyatakan tidak tahu atau tidak menjawab alasan memilih walikota Bogor.
Berikut ini data lengkap alasan memilih walikota Bogor sesuai hasil survei Charta Politika Indonesia:
1. Berpengalaman di pemerintahan : 16,0%
2. Orangnya perhatian pada rakyat : 12,8%
3. Sudah ada bukti nyata hasil kerjanya : 8,3%
4. Belum tahu calon lain : 7,3%
5. Berasal dari partai yang saya dukung : 6,8%
6. Orangnya pintar/berpendidikan : 6,8%
7. Berasal dari keluarga tokoh politik/masyarakat : 6,5%
8. Ikut pilihan oran lain/keluarga/teman/warga sekitar : 6,0%
9. Orangnya jujur/bebas KKN : 5,5%
10. Ada hubungan keluarga : 3,8%
11. Anjuran tokoh adat di daerah sini : 3,5%
12. Tokoh agama : 1,8%
13. Orangnya tegas : 1,5%
14. Tokoh partai politik : 0,8%
15. Lainnya : 3,0%
16. Tidak tahu/tidak jawab : 10,0%
Peneliti Charta Politika Indonesia, Ardha Ranadireksa mengatakan survei dilakukan pada 20-25 September 2024 dengan melibatkan 400 responden yang tersebar di enam kecamatan di Kota Bogor.
Metodologi yang digunakan adalah metode acak bertingkat (multistage random sampling) dengan margin of error 4,9% pada tingkat kepercayaan 95%.
Survei dilakukan melalui wawancara tatap muka secara langsung dengan menggunakan kuesioner terstruktur.
Menurut Ardha Ranadireksa, dari lima calon walikota yang bertarung di Pilkada Kota Bogor 2024, elektabilitas Dedie A Rachim tertinggi dengan 39,3 persen, disusul Atang Trisnanto yang berada di posisi kedua dengan elektabilitas 21,8 persen.
Sementara Sendi Fardiansyah berada di posisi ketiga dengan elektabilitas 13,5 persen. Lalu,
Dokter Raendi Rayendra di posisi keempat dengan elektabilitas 9,8 persen. Kemudian Rena Da Frina berada di urutan kelima dengan elektabilitas 4,0 persen.
Ardha Ranadireksa mengatakan pada survei ini Charta Politika mendapatkan beberapa temuan menarik.
Pertama, pengetahuan masyarakat terhadap Pilkada Kota Bogor 2024 yang akan dilaksanakan pada 27 November 2024 berada pada angka 89 persen.
"Artinya cukup banyak yang mengetahui tentang pelaksanaan Pilkada serentak," jelas Ardha Ranadireksa dalam rilisnya yang diterima Pojok Bogor, Selasa 8 Oktober 2024.
Kedua, animo responden terbilang sangat tinggi (92,0%) untuk mengikuti gelaran Pilkada Kota Bogor 2024. ***


.webp)
