POJOKSATU.id, BOGOR - Polresta Bogor Kota membuka kembali kasus pembunuhan Noven, alias Andriana Yubelia Noven Cahya (18), seorang remaja SMK Baranangsiang, Kota Bogor, yang meninggal sejak 8 Januaeri 2019 silam.

Kasus pembunuhan Noven yang sempat mati suri empat tahun yang lalu kini memasuki babak baru.

Polisi kini mengaku telah mengantongi identitas pelaku kasus pembunuhan Noven.

Baca Juga: Jalan Akses Timur Stadion Pakansari Mulai Digarap

Adapun Noven ditusuk orang tidak dikenal di Jalan Riau, Kelurahan Baranangsiang, Kecamatan Bogor Timur, Kota Bogor, Jawa Barat pada 8 Januari 2019 lalu.

Kepolisian setempat kini kembali serius mengusut kasus pembunuhan Noven hingga pembunuh bisa diadili dan keluarga bisa bernafas lega.

Kapolresta Bogor Kota Kombes Bismo Teguh Prakoso mengungkap, pihaknya telah mengumpulkan bukti kuat yang mengarah ke sosok pelaku kasus pembunuhan Noven.

Baca Juga: Pemkot Catat Pendaftar PPDB Zonasi Tingkat SMP Berbuat Curang Bertambah Menjadi 297 Pendaftar

Kendati demikian, polisi masih perlu lebih banyak alat bukti untuk menangkap sosok pelaku kasus pembunuhan Noven tersebut.

Terpisah, Satreskrim Polresta Bogor Kota menggelar olah TKP ulang di lokasi kasus pembunuhan Noven.

Kasat Reskrim Polresta Bogor Kota Kompol Rizka Fadhila memastikan, agar tak ada data yang terlewat pada pengolahan TKP beberapa tahun yang lalu.

Baca Juga: Kasus Dibuka Lagi, Ayah Noven Mengaku Belum Ada Koordinasi Dengan Polresta Bogor Kota

Upaya tersebut juga bertujuan agar polisi dapat akhirnya menemukan siapa sosok yang bertanggung jawab dalam kematian Noven.

Rizka akhirnya telah mengantongi beberapa alat bukti untuk menetapkan sosok pelaku.

Setidaknya kini polisi telah mengumpulkan dua alat bukti kuat yang mengarah ke pelaku.

Kombes Bismo juga turut membeberkan bahwa pihaknya menduga ada unsur pembunuhan berencana terhadap Noven.

Ada indikasi bahwa pelaku sengaja menunggu kesempatan emas untuk membunuh Noven selama genap dua hari.

Terungkap ada upaya peretasan dan intimidasi

Kasus pembunuhan Noven ini semakin panas lantaran keluarga mengungkap adanya upaya peretasan dan intimidasi.

Ayah Noven, Yohanes Bosco Wijanarko mengungkap HP keluarga sempat diretas oleh pihak misterius sehingga foto-foto terkait kasus pembunuhan Noven menghilang.

Yohanes mengungkap awalnya intimidasi yang didapatkan pihak keluarga masih secara halus.

Namun seiring berjalannya waktu, intimidasi tersebut semakin menjadi-jadi. Yohanes mengaku rumahnya pernah didatangi sosok tak dikenal dan meminta untuk berhenti mengunggah kasus Noven ke media sosial.

Pihak tersebut mengaku sebagai aparat yang menanyakan kabar soal Noven. Bahkan sosok pria misterius tersebut terang-terangan mengaku telah meretas HP keluarga Noven.

Pria itu mengklaim telah jauh-jauh pergi ke Singapura untuk mempekerjakan seorang peretas demi menghapus file yang berkaitan dengan kasus pembunuhan Noven.

(Adi Wirman)