PojokBogor.Id - Udara dingin, kabut tipis, dan suasana malam yang ramai membuat jajan di kawasan Puncak Bogor terasa lebih menggoda saat Tahun Baru.

Banyak wisatawan awalnya hanya berniat membeli satu atau dua jajanan hangat untuk menemani perjalanan atau menunggu pergantian tahun.

Namun kenyataan di lapangan sering kali berbeda.

Baca Juga: Tak Lagi Gelap dan Rawan Begal, Jalan Bomang Bogor Kini Dipasangi 316 Titik PJU

Niat jajan santai justru berujung kaget saat melihat total pengeluaran, terutama ketika harga jagung bakar, bandrek, hingga mi instan ternyata tak semurah bayangan.

Cerita ini bukan pengalaman satu dua orang, melainkan gambaran umum yang hampir selalu terjadi setiap libur Tahun Baru di Puncak Bogor.


Dari Sekadar Lapar Jadi Jajan Berulang

Awalnya sederhana. Perjalanan panjang dan udara dingin membuat wisatawan ingin sekadar mengganjal perut.

Jagung bakar menjadi pilihan utama karena mudah ditemukan dan terasa pas disantap di cuaca sejuk.

Namun setelah satu jagung bakar, muncul keinginan lain.

Baca Juga: Opini: Langkah Kongkrit Bupati Rudy Susmanto dalam Mendorong Daerah Otonomi Baru di Kabupaten Bogor

Minuman hangat untuk mengusir dingin, camilan tambahan untuk anak-anak, hingga makanan instan karena waktu makan utama terlewat akibat macet.

Tanpa disadari, jajan kecil yang berulang inilah yang membuat pengeluaran kuliner melonjak.


Harga yang Terasa Lebih Mahal di Malam Tahun Baru

Banyak wisatawan mengaku harga jajanan di Puncak terasa lebih mahal saat malam Tahun Baru.

Baca Juga: Sabar Ya... Pembangunan Jalan Batutulis Bogor Masih Tunggu Anggaran Dari Pemprov Jabar

Jagung bakar, minuman jahe, hingga kopi panas dibanderol lebih tinggi dibanding hari biasa.

Di titik-titik ramai, terutama di pinggir jalan utama dan area parkir wisata, wisatawan sering kali tak punya banyak pilihan.

Dalam kondisi dingin dan lapar, harga bukan lagi pertimbangan utama.

Situasi ini membuat banyak orang baru menyadari besarnya pengeluaran setelah jajan selesai.


Minuman Hangat yang Jadi Kebutuhan

Berbeda dengan hari biasa, minuman hangat saat Tahun Baru di Puncak bukan sekadar keinginan, melainkan kebutuhan.

Suhu udara yang dingin membuat bandrek, wedang jahe, atau kopi panas menjadi buruan.

Baca Juga: Operasi Lilin Lodaya 2025 di Kota Bogor Resmi Dimulai

Masalahnya, minuman hangat sering dibeli lebih dari sekali.

Saat berhenti pertama beli bandrek, lalu beberapa kilometer kemudian membeli kopi, dan di lokasi wisata membeli minuman hangat lagi.

Frekuensi inilah yang membuat biaya minum terasa membengkak.


Mi Instan dan Camilan Malam yang Menggoda

Ketika waktu sudah larut dan sulit menemukan tempat makan besar, mi instan rebus dan camilan malam menjadi penyelamat.

Baca Juga: Jadi Proyek Percontohan, Pemkot Bogor 'Percantik' Trotoar Pakai Pagar Stainless di Jalan HM Syarifudin

Harganya terlihat terjangkau, namun saat dibeli untuk beberapa orang, totalnya tetap terasa.

Belum lagi tambahan gorengan, roti bakar, atau pisang bakar yang ikut menemani.

Sekali jajan mungkin tidak terasa, tapi jika dilakukan berkali-kali dalam satu malam, pengeluaran bisa melebihi ekspektasi.


Wisatawan Mulai Merasa “Kok Mahal, ya?”

Setelah beberapa kali berhenti dan jajan, barulah muncul perasaan heran.

Banyak wisatawan mulai bertanya-tanya, kenapa uang yang dibawa cepat berkurang, padahal tidak masuk banyak tempat wisata berbayar.

Beberapa pengakuan umum yang sering terdengar:

  • “Padahal cuma beli jagung dan minum”

  • “Nggak makan berat, tapi kok habis”

Baca Juga: Titik Lokasi Operasi Lilin Lodaya 2025 yang Bakal Terjadi di Kota Bogor

  • “Niatnya irit, malah boros di jajan”

Cerita ini menjadi pengalaman tahunan bagi wisatawan yang liburan ke Puncak saat Tahun Baru.


Faktor yang Membuat Harga Terasa Lebih Tinggi

Ada beberapa faktor yang membuat harga kuliner di Puncak saat Tahun Baru terasa lebih mahal:

  • Lonjakan wisatawan

  • Cuaca dingin meningkatkan permintaan

  • Jam operasional pedagang lebih panjang

Baca Juga: Jadi Proyek Percontohan, Pemkot Bogor 'Percantik' Trotoar Pakai Pagar Stainless di Jalan HM Syarifudin

  • Lokasi strategis dengan pilihan terbatas

Dalam kondisi tersebut, wisatawan sering kali berada di posisi tidak bisa banyak memilih.


Tips Agar Jajan Tetap Terkendali

Agar pengalaman jajan di Puncak tetap menyenangkan tanpa bikin kaget, wisatawan bisa melakukan beberapa hal sederhana:

  • Tanyakan harga sebelum membeli

  • Batasi jajan berulang di banyak titik

  • Bawa minuman hangat dari penginapan

Baca Juga: Jadi Proyek Percontohan, Pemkot Bogor 'Percantik' Trotoar Pakai Pagar Stainless di Jalan HM Syarifudin

  • Tentukan jatah khusus untuk kuliner ringan

Dengan sedikit perencanaan, jajan malam Tahun Baru tetap bisa dinikmati tanpa membuat anggaran liburan jebol.

Jajan kuliner di Puncak Bogor saat Tahun Baru memang bagian dari pengalaman liburan.

Namun tanpa disadari, harga jajanan yang terasa sepele bisa membuat pengeluaran membengkak.

Kesadaran sejak awal menjadi kunci agar niat jajan santai tidak berubah menjadi penyesalan di akhir liburan.***