BOGOR, POJOKBOGOR.id - Wali Kota Bogor, Dedie Rachim, mengajak Pengurus Cabang Fatayat Nahdlatul Ulama (NU) Kota Bogor memperkuat kolaborasi dengan Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor, terutama dalam menangani persoalan pendidikan dan lingkungan hidup.

Ajakan tersebut disampaikan Dedie saat menghadiri Konferensi Cabang (Koncab) IX PC Fatayat NU Kota Bogor di Ruang Rapat Paripurna Gedung DPRD Kota Bogor, Sabtu (24/10/2026).

Dedie menilai peran organisasi masyarakat sangat dibutuhkan untuk mendukung program pemerintah, terutama di tengah keterbatasan fiskal dan meningkatnya tantangan pelayanan publik.

Di bidang pendidikan, Pemkot Bogor terus berupaya membantu anak-anak putus sekolah agar dapat kembali mengenyam pendidikan melalui Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM).

Selain itu, pemerintah daerah memberikan bantuan anggaran bagi siswa dari keluarga kurang mampu agar tetap memiliki akses pendidikan di sekolah swasta.

Menurut Dedie, dukungan berbagai elemen masyarakat, termasuk Fatayat NU, dapat memperluas jangkauan program tersebut sehingga semakin banyak warga yang memperoleh kesempatan mengakses pendidikan.

Sampah Bogor Capai 1.000 Ton per Hari

Selain pendidikan, persoalan sampah menjadi perhatian serius Pemkot Bogor. Dedie menyebut timbulan sampah di Kota Bogor mencapai sekitar 1.000 ton setiap hari, sehingga diperlukan keterlibatan masyarakat untuk mengurangi beban pengelolaan sampah.

Pemkot Bogor juga merencanakan pembangunan dua fasilitas Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) dalam dua tahun ke depan.

Namun, menurut Dedie, pembangunan fasilitas pengolahan saja tidak cukup. Perubahan perilaku masyarakat melalui pemilahan sampah sejak dari rumah tangga juga harus diperkuat.

Ia pun meminta Fatayat NU Kota Bogor ikut berperan aktif menyosialisasikan pemilahan sampah, pengelolaan sampah bernilai ekonomis, serta pencegahan kebiasaan membuang sampah ke sungai.

“Selain memberikan kontribusi di bidang pendidikan, saya juga menginginkan ada kontribusi langsung dari Fatayat NU membantu menyosialisasikan pengolahan sampah dari hulu, pemilahan sampah dari rumah tangga agar sampah yang memiliki nilai ekonomis dikelola,” kata Dedie.

Ia menambahkan, pengelolaan sampah yang dilakukan secara konsisten tidak hanya membantu menjaga lingkungan, tetapi juga berpotensi memberikan nilai ekonomi bagi keluarga.

Dedie: Hentikan Kebiasaan Buang Sampah ke Sungai

Dedie secara khusus mengingatkan masyarakat agar tidak lagi membuang sampah sembarangan, terutama ke aliran sungai yang dapat memperburuk persoalan lingkungan.

“Untuk masyarakat Kota Bogor saya minta stop membuang sampah ke sungai. Dalam Islam kita diajari untuk menjaga kebersihan,” ujarnya.

Ia juga mendorong gerakan ASRI di Kota Bogor agar semakin masif, terutama melalui edukasi pemilahan sampah dan kerja sama dengan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) serta berbagai unsur dalam ekosistem pengelolaan sampah.

Menurutnya, keterlibatan organisasi perempuan seperti Fatayat NU dapat menjadi kekuatan penting dalam membangun kesadaran lingkungan, dimulai dari keluarga dan lingkungan tempat tinggal.

Apresiasi Kolaborasi Fatayat NU dan Pemkot Bogor

Dalam kesempatan tersebut, Dedie turut menyampaikan apresiasi kepada Fatayat NU Kota Bogor yang selama ini telah bersinergi dengan Pemkot Bogor dalam berbagai kegiatan, khususnya di bidang pendidikan.

Ia berharap Konferensi Cabang IX PC Fatayat NU Kota Bogor berjalan lancar dan menghasilkan rekomendasi yang bermanfaat bagi keberlangsungan organisasi.

Dedie juga berharap hubungan baik antara Fatayat NU dan Pemkot Bogor terus terjaga sehingga kolaborasi dalam bidang pendidikan, lingkungan hidup, dan pemberdayaan masyarakat dapat semakin diperkuat.

Dengan keterlibatan organisasi masyarakat, Pemkot Bogor berharap upaya mengatasi anak putus sekolah dan persoalan sampah dapat berjalan lebih luas serta melibatkan partisipasi aktif warga.