BOGOR, POJOKBOGOR.id - Setelah terakhir kali diperbaiki pada 1985, Jembatan Pulo Geulis, Kecamatan Bogor Tengah, Kota Bogor, akhirnya mendapatkan pembenahan kembali.
Pemerintah Kota Bogor mengalokasikan anggaran sekitar Rp600 juta untuk memperbaiki Jembatan Pulo Geulis yang menjadi salah satu akses penting bagi aktivitas masyarakat setempat.
Perbaikan tersebut dilakukan untuk meningkatkan kenyamanan dan mendukung mobilitas warga di kawasan Pulo Geulis.
Dalam pembenahan kali ini, jembatan diperlebar dan dilengkapi atap agar lebih nyaman digunakan masyarakat.
Dari sisi kapasitas, jembatan tersebut mampu menahan beban hingga 20 ton.
"Anggaran kurang lebih Rp600 juta, dengan kekuatan 20 ton. Tronton tidak bisa melinta," urai Wali Kota Bogor, Dedie Rachim, saat meresmikan Jembatan Pulo Geulis, Sabtu 24 Oktober 2026.
Namun, akses ini tidak dapat dilalui truk tronton sehingga penggunaannya tetap harus menyesuaikan dengan batas kapasitas dan ketentuan yang berlaku.
Pembenahan jembatan menjadi bagian dari upaya Pemerintah Kota Bogor menata kawasan Pulo Geulis secara menyeluruh.
Selain infrastruktur jembatan, perbaikan drainase telah selesai dilakukan, sedangkan pemasangan sheet pile atau struktur penahan tanah di sepanjang jalan sebagian besar telah rampung.
Penataan infrastruktur tersebut diharapkan mampu meningkatkan kualitas lingkungan dan menunjang aktivitas masyarakat di kawasan yang berada di pusat Kota Bogor itu.
"Terakhir diperbaiki 1985, sudah 41 tahun lalu. Saat itu sudah diperbaiki, tetapi sangat sempit, jadi kita lebarkan," ungkap dia.
Tak hanya infrastruktur, Pemkot Bogor juga menaruh perhatian pada kondisi hunian warga. Dalam program pemerintahan periode 2025-2029, sebanyak 200 rumah tidak layak huni (RTLH) ditargetkan mendapatkan perbaikan.
Hingga saat ini, sebanyak 44 rumah telah diperbaiki, sementara 156 rumah lainnya masih menjadi target penyelesaian berikutnya.
"Sejalan dengan perbaikan jembatan untuk menunjang program RTLH di Kawasan ini, jadi infrastrukturnya diperbaiki juga. Tentu saja dibantu Yayasan Buddha Suci," tutur dia.
Melalui pembenahan jembatan, peningkatan infrastruktur lingkungan, dan perbaikan rumah warga, Pulo Geulis diharapkan berkembang menjadi kawasan yang lebih tertata, nyaman, serta tetap mempertahankan identitasnya sebagai simbol toleransi dan kebersamaan di Kota Bogor.
"Ini di tengah Kota Bogor, dan kawasan ini sebagai simbol toleransi juga. Maka itu harus ditata sebaik mungkin, supaya warganya bahagia," tutup dia.
Pembangunan tersebut juga diharapkan memberikan dampak langsung terhadap kehidupan masyarakat, mulai dari kemudahan mobilitas hingga terciptanya lingkungan yang lebih baik untuk tinggal dan bekerja.


