POJOKBOGOR.id - Ribuan penyandang disabilitas di Kota Bogor mengikuti pelatihan literasi keuangan syariah dan Ta'awun di Gedung Olahraga (GOR) Pajajaran, Kecamatan Tanah Sareal pada Sabtu (29/7/2023)

Ketua Panitia Acara, Dhika Anugrah menjelaskan, kegiatan tersebut digelar oleh Sakinah Finance dengan tujuan memberikan edukasi kepada para penyandang disabilitas mengenai pengelolaan keuangan syariah.

“Kami ingin memberikan manfaat literasi dan taawun ke seluruh penyandang disabilitas seoptimal mungkin. Karena penyandang dan keluarga disabilitas kemungkinan dari sisi harta pengeluarannya lebih banyak untuk terapi an kebutuhan lain,” tutur dia.

Baca Juga: Sulit Ditembus, Dishub Kota Bogor Pasang 200 Warter Barrier di Sepanjang SSA

Seribu peserta yang hadir datang dari sejumlah komunitas disabilitas yang ada di Kota Bogor. Selain literasi keuangan, acara ini juga diisi dengan paparan motivasi yang disampaikan oleh penyandang disabilitas yang telah sukses meraih sejumlah pencapaian.

Di antaranya, atlet menembak dan pengusaha soundsystem, founder kopi tuli, pengusaha jahit, pengusaha peralatan rumah tangga.

“Kami juga memberikan motivasi sehingga para peserta lebih kuat menjalani kehidupan. Sepengalman kami penyandang disabilitas dekat dengan perilaku mengemis walaupun tidak semua, dianggap lemah sehingga kadang menjadi objek bully, intimidasi, hingga kekerasan seksual,” ungkapnya.

Lewat kegiatan itu ia ingin para penyandang disabilitas lebih percaya diri dan mengetahui bahwa banyak yang peduli pada mereka. Serta mencegah perilaku bullying kembali terulang.

Baca Juga: Raperda Perlindungan Dampak Pinjol di Kota Bogor Gagal Disahkan

Para penyandang disabilitas juga mendapatkan santunan sebesar Rp100 ribu per hari yang bisa digunakan mereka ketika jatuh sakit. Selain itu mereka juga akan mendapat santunan Rp2,5 juta untuk biaya pemakaman.

Acara ini juga dimeriahkan dengan sejumlah penampilan dari anak-anak disabilitas di antaranya tarian, menyanyi, baca puisi, dan alat musik angklung.

Wali Kota Bogor, Bima Arya mengapresiasi literasi keuangan bagi para disabilitas. Menurutnya wawasan tersebut penting lantaran Kota Bogor sudah memasuki dunia modern sehingga harus terhubung dengan baik dengan akses sumber lembaga keuangan.

Baca Juga: Bukan Hanya Dijuluki Sebagai Kota Hujan Berikut Keunikan Bogor yang Harus Kalian Ketahui

Di samping itu Bima mengungkapkan Indonesia memiliki PR besar apda literasi keuangan syariah yang hingga saat ini masih terlampau jauh dari keuangan konvensional.

“Sampai sekarang literasi keuangan syariah belum sampai 15 persen. Sedangkan literasi keuangan konvesional sudsh 85 persen, padahal umat muslim di Indonesia jumlahnya mayoritas,” tutup Bima.

Reporter: Adi Wirman