BOGOR.POJOKSATU.id - Seorang pria berinisial Brian (22), warga asal Sulawesi, harus berurusan dengan aparat kepolisian setelah tertangkap basah mencuri handphone milik seorang mahasiswa di lingkungan Universitas Pakuan, Kota Bogor, Jawa Barat.
Peristiwa tersebut terjadi pada Rabu siang (tanggal belum disebutkan), ketika pelaku berpura-pura menjadi mahasiswa dan menyelinap masuk ke salah satu ruang kuliah. Saat situasi sedang lengah, pelaku mengambil ponsel yang tengah diisi daya di meja mahasiswa.
Namun, aksi pencurian itu segera terbongkar setelah korban menyadari ponselnya raib dan langsung melacaknya menggunakan fitur keamanan perangkat. Hasil pelacakan menunjukkan posisi ponsel masih berada di sekitar area kampus.
Tak butuh waktu lama, sejumlah mahasiswa berinisiatif melakukan pencarian hingga akhirnya menemukan pelaku yang tengah berusaha melarikan diri.
Pelaku kemudian berhasil ditangkap dan sempat menjadi amukan massa di luar area kampus. Beruntung, pihak keamanan kampus segera menghubungi polisi sehingga pelaku dapat diamankan sebelum situasi semakin ricuh.
Kanit Reskrim Polsek Bogor Tengah, IPDA Budi Setiawan, membenarkan adanya peristiwa tersebut.
Ia menjelaskan bahwa pelaku bukan merupakan mahasiswa Universitas Pakuan, melainkan orang luar yang sengaja menyamar untuk melakukan pencurian.
“Kami menerima laporan dari pihak kampus. Setelah dilakukan pemeriksaan, diketahui pelaku bukan mahasiswa. Ia menyusup dan mengambil handphone milik korban. Pelaku kini telah kami amankan untuk penyelidikan lebih lanjut,” ujar Budi Setiawan.
Pelaku saat ini ditahan di Mapolsek Bogor Tengah dan dijerat dengan pasal pencurian dengan pemberatan sebagaimana diatur dalam Pasal 363 KUHP, dengan ancaman hukuman hingga tujuh tahun penjara.
Polisi juga mengimbau masyarakat, terutama civitas akademika, agar lebih berhati-hati terhadap kehadiran orang asing di lingkungan kampus.
Pihak kepolisian menegaskan pentingnya meningkatkan kewaspadaan untuk mencegah aksi serupa terulang.
Peristiwa ini menjadi pengingat bahwa meski lingkungan kampus sering dianggap aman, potensi kejahatan tetap bisa terjadi.
Kewaspadaan individu dan sistem keamanan kampus yang aktif sangat diperlukan untuk menjaga keselamatan dan kenyamanan seluruh mahasiswa. ***


.webp)
