POJOKBOGOR.id - Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Bogor dalam waktu dekat ini bakal memanggil pihak ketiga, sekaligus melakukan evaluasi atas pekerjaan proyek tembok penahan tanah atau TPT Muarasari Bogor, Kecamatan Bogor Selatan yang longsor pada Minggu 18 Februari 2024 lalu.
Kepala Dinas PUPR Kota Bogor Rena Da Frina mengatakan, imbas longsor TPT Muarasari tiga pekan lalu, pengerjaan dihentikan sementara.
Sambil pihak ketiga atau pelaksana proyek TPT Muarasari mengurus korban-korban meninggal, dan luka dari longsor ini.
Baca Juga: Usai Blokade Jalan Pj Bupati Bogor Panggil Pelaku Angkutan Tambang di Parung Panjang
"Minggu ini (pihak ketiga) akan diundang langsung oleh bu Sekda," kata Rena Da Frina, Kamis 14 Maret 2024.
Rena Da Frina menjelaskan, pemanggilan pihak ketiga itu sekaligus untuk mengevaluasi pekerjaan secara bersama, mulai dari metode perbaikan TPT Muarasari dan sebagainya.
"Kami evaluasi, nanti kami sisir lagi," ucap Rena Da Frina.
Menurut dia, Dinas PUPR Kota Bogor juga akan mengundang Dinas Pengelolaan Sumber Daya Air (PSDA) Provinsi Jawa Barat.
Baca Juga: Sopir Truk Parung Panjang Blokade Jalan, Macet dari Mohamad Toha Sampai Sudamanik
Namun demikian, Da Frina belum dapat memutuskan sendiri kapan perbaikan TPT Muarasari itu lanjut.
Sebab, lanjut Rena, penanganan longsor ini harus segera dilakukan dengan memperhatikan dan memprioritaskan keselamatan kerja di lapangan.
"Yang jelas, kalau itu tidak dikerjakan juga simalakama bagi kita. Karena memang di situ banyak rumah penduduk," ucapnya.
Lebih lanjut, Rena Da Frina memastikan, secara umum desain TPT Muarasari tidak akan berubah banyak karena sejak awal desain yang dibuat sudah disesuaikan dengan kondisi di lapangan.
Baca Juga: Perumda Tirta Kahuripan Siaga 24 Jam Layani Pelanggan Selama Ramadhan
Hanya, pada saat kejadian longsor susulan, para korban yang merupakan pekerja proyek sedang melakukan penggalian manual. Menurut dia, penggalian manual itu dikarenakan alat berat kesulitan untuk masuk ke lokasi.
"Kalau desain saya rasa nggak terlalu banyak berubah. Karena kesulitannya adalah akses untuk masuk alat berat. Nah kalau alat berar masuk, kita nggak akan gali manual. Akan lebih mudah dan cepat," jelasnya.
Diketahui, longsor terjadi di pengerjaan perbaikan TPT Muarasari, Kota Bogor, pada Minggu (18/2). Lima dari 22 pekerja dalam proyek ini menjadi korban, dengan rincian dua orang meninggal, satu luka berat, dan dua luka ringan.


.webp)
