POJOKBOGOR.id - Dokter Rayendra dan Eka Maulana terus mendapat dukungan tegas dan jelas dari pondok pesantren, dari salafiyah hingga modern.

Bahkan, Pondok Pesantren Miftahul Huda Manonjaya, Tasikmalaya, mengeluarkan surat keputusan berupa dukungan untuk Dokter Rayendra dan Eka Maulana.

Berikut isi surat keputusan Pondok Pesantren Miftahul Huda:

Surat Keputusan
Nomor 1768.2/A/SK/PCKD/VIII/2024

Bismillahirahmanirrahim

Berdasarkan Hasil Rapat Pimpinan Umum, Majelis Masyayikh Pondok Pesantren Miftahul Huda dan seluruh unsur-unsurnya, perihal pengusuhan calon kepala daerah, disertai dengan hasil laporan Madrasah Siyasah Miftahul-Huda, maka dengan ini menetapkan Pasangan:

1. Calon Walikota
Nama: Raendi Rayendra
NIK: 3271*********


2. Calon Wakil Walikota
Nama : Eka Maulana
NIK : 3271*********

Untuk menjadi pasangan Calon Walikota dan Wakil Walikota Bogor Periode 2024-2029 yang didukung oleh Pondok Pesantren Miftahul Huda.

Dengan keluarnya surat keputusan ini sekaligus menjadi instruksi kepada seluruh Keluarga Besar Miftahul Huda, Anggota HAMIDA, juga mengajak Simpatisan Miftahul Huda di Kota Bogor untuk mendukung dan mensukseskan kemenangan pasangan tersebut.

Demikian surat keputusan ini dibuat dan diberikan agar dapat dipergunakan sebagaimana mestinya,

Miftahul Huda 29 Agustus 2024 M/24 Safar 1446 H

Pimpinan Umum,

KH Asep A. Maoshul Affandi

Seperti diketahui, Pondok Pesantren Miftahul Huda merupakan salah satu pondok pesantren salafiyah terbesar yang ada di Tasikmalaya.

Pondok yang didirikan oleh Alm. KH. Choer Affandi atau yang sering dikenal dengan julukan Uwa Ajengan ini, terletak di Kedusunan Pasirpanjang, Desa Kalimanggis, Kecamatan Manonjaya, tepatnya di Kabupaten Tasikmalaya.

Dengan usia 57 tahun berdiri, Ponpes Miftahul Huda telah memiliki puluhan ribu alumni dan 1000 cabang Pesantren yang tersebar di pulau Jawa dan Sumatera.

Di Kota Bogor, lebih dari 10 ribu santri dan alumni Miftahul Huda. Banyak yang berkiprah di madrasah dan mendirikan pesantren.

Hingga hari ini Pondok Pesantren Miftahul Huda Manonjaya menjadi salah satu pondok pesantren yang berperan penting dalam penyebaran dakwah.

Pondok pesantren tradisional ini tumbuh menjadi pondok pesantren modern tanpa meninggalkan nilai-nilai salafnya.

Alm. KH. Choer Affandi merupakan pencipta sekaligus perancang kurikulum pembelajaran, untuk kemudian dibuatkan sistem kurikulum yang lebih berkompeten dengan melakukan pengkajian kurikulum bersama dengan dewan kiai.

Dalam menerapkan mendidikan, Ponpes Miftahul Huda sudah memiliki blue print yang diejawantahkan untuk mencetak santri Indonesia yang berkualitas, yakni memiliki Ulama'ul Amilin (Ulama yang mampu mengamalkan Ilmunya), Imamal Muttaqin (memimpin umat untuk bertaqwa), dan Muttaqin (Manusia yang bertahan dalam ketaqwaan).***