POJOKSATU.id, Bogor - Perusahaan Umum Air Minum Daerah (Perumda) Tirta Kahuripan Kabupaten Bogor berkolaborasi dengan Komunitas Peduli Sungai Cileungsi Cikeas (KP2C), untuk meningkatkan mitigasi bencana di sekitar Sungai Cikeas dan Cileungsi.
Direktur Umum Perumda Tirta Kahuripan, Abdul Somad mengungkapkan, KP2C selama ini dikenal sebagai komunitas yang berkonsentrasi pada sistem peringatan dini bencana banjir dan tata kelola lingkungan sungai.
"Tentu ini berkaitan erat dengan kepentingan Perumda Tirta Kahuripan yang sangat bergantung pada sungai, sebagai sunber air baku untuk diolah menjadi air bersih bagi warga Kabupaten Bogor," kata Abdul Somad, Kamis (19/1).
Baca Juga : Perumda Tirta Kahuripan Punya Aturan Baru Tentukan Golongan Pelanggan
Menurut Krisman, dengan deteksi dini terhadap ancama banjir atau pencemaran lingkungan, maka Perumda Tirta Kahuripan memiliki waktu untuk melakukan antisipasi agar tidak menimbulkan kerugian lebih besar.
"Sekaligus memaksimalkan pasokan air reservoir untuk menjaga aliran air bersih kepada para pelanggan tetap normal," kata dia.
Dia mengungkapkan, Perumda Tirta Kahuripan dan KP2C akan mengajak dinas teknis terkait melakukan susur sungai untuk melihat langsung keadaan vegetasi sungai dan dampak pembuangan limbah industri terhadap kualitas air sungai.
"Apalagi sebentar lagi masuk musim kemarau yang diprediksi terjadi bulan Maret. Biasanya kualitas air sangat buruk saat kemarau, bahkan tidak dapat diolah menjadi air bersih yang akan merugikan masyarakat," kata dia.
Abdul Somad berharap, dinas terkait memberi sanksi tegas pada perusahaan-perusahaan nakal yang selalu membuang limbah ke sungai, sekaligus mengedukasi agar timbul kesadaran untuk menjaga ketersediaan air bersih.
Baca Juga : Perumda Tirta Kahuripan Tak Puas Diri dengan Ragam Penghargaan sepanjang 2022
Sementara Ketua KP2C, Puarman menyebutkan, vegetasi yang rusak di sekitar sungai kerap menimbulkan banjir kala musim penghujan. Sementara penurunan kualitas air disebabkan pembuangan limbah dari home industri dan industri besar.
"Belum lagi sampah rumpun bambu dan rumah tangga. Kami akan berupaya memberi peringatan dini jika terjadi banjir di hulu sungai," kata dia.
Diharapkan, peringatan dini tersebut dalam dimanfaatkan masyarakat untuk evakuasi dan antisipasi, khususnya bagi mereka yang tinggal di bantaran sungai.
"Kami juga sering melakukan patroli susur sungai untuk mengawasi kelestarian sungai sambil memberikan edukasi kepada masyarakat agar sungai menjadi tempat menguntungkan secara ekonomi dan ekologi," kata Puarman. (Rishad Noviansyah/Pojoksatu)


.webp)
