POJOKBOGOR.id - Pelaku penganiayaan yang mengakibatkan seorang wanita muda meninggal dunia di Kelurahan Kencana, Kecamatan Tanah Sareal, Kota Bogor hingga saat ini masih berkeliaran.
Padahal pihak kepolisian sudah mencantumkan pelaku sebagai daftar pencarian orang (DPO). DPO pelaku sendiri telah berlangsung selama dua bulan setengah.
Sementara itu, Kepala Satuan Reserse Kriminal (Kasat Reskrim) Polresta Bogor Kota, Kompol Rizka Fadillag mengatakaan saat ini pihaknya tengah mendalami orang yang diduga ada komunikasi dengan pelaku termasuk juga pada keluarga pelaku dan kawan kawannya.
Baca Juga: Ratusan Kecamatan di Jawa Barat Terancam Bencana
"Karena kita menduga bahwa sampai saat ini juga bahwa pelaku dan ayahnya tidak kembali pada keluarganya nah kita persempit apakah terjalin komunikasi apakah ada informasi dan lain sebagainya," kata.
Pun demikian dengan tim opsnal yang mendapatkan informasi dengan adanya dpo yang di terbitkan.
"Itu juga sudah kami dapatkan informasi ada yang di cirebon, kemudian ada yang di banten bahkan terakhir juga ada di Lampung," ucap Kompol Rizka.
Baca Juga: Gegara Rusak Pipa Milik Perumda Tirta Pakuan RW 10, Satu Keluarga Ini Jadi Tersangka
Nah informai- informasi tersebut itu kita cek satu persatu dengan berkoordinasi dengan aparat setempat dan memang informasi yang ada yang kami terima berdasarkan pengakuan dari beliau tidak ada," Sambung Kompol Rizka.
Kompol Rizka mengungkapkan akan melakukan klarifikasi ulang dan pemanggilan terhadap saksi- saksi.
Seperti diketahui, Warga Kelurahan Kencana, Kecamatan Tanah Sareal, Kota Bogor digemparkan dengan penemuan sosok wanita muda dengan kondisi bersimbah darah akibat adanya luka senjata tajam (Sajam) disejumlah bagian tubuhnya.
Baca Juga: Soal Dinasti Politik, Yane Ardian: Akan Salah Jika Menggunakan Dengan Cara yang Salah
Data yang dihimpun, kejadian itu terjadi dikawasan perumahan Bumi Kencana Permai pada Sabtu (22/9) dini hari sekitar pukul 01.00 WIB. Saat ditemukan, warga setempat berhasil merekam momen detik-detik wanita berinisial RS (21) tersebut meminta pertolongan hingga akhirnya dinyatakan tutup usia saat dilarikan ke RS Islam Bogor. ***



